33 Proyek Pemkab Gagal Realisasi

688

KENDAL— Sebanyak 33 paket proyek pembangunan di Pemkab Kendal pada tahun 2015 tidak tergarap. Hal itu menjadi salah satu faktor Sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dari APBD 2015 masih tinggi. Mencapai Rp 331 miliar.

Data dari Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kendal menyatakan dari anggaran belanja sebesar Rp 2,039 triliun hanya Rp 1,708 (83,78 persen) triliun yang terserap. Sisanya, sebesar Rp 331 (16,22 persen) miliar menjadi Silpa.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kendal, Hasyim Tri Joko, mengklaim pencapaian ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, bahkan tertinggi dalam lima tahun terakhir. “Dari lima tahun terakhir, 2015 ini angka serapannya lebih baik,” ujarnya, kemarin.

Hasyim mengakui ada sejumlah pekerjaan pengadaan barang yang terbengakalai alias gagal dikerjakan lantaran gagal lelang. Jumlah paket lelang pengadaan barang dan jasa di 2015 ada sebanyak 233 paket. Dari jumlah tersebut yang berhasil didaftarkan sebanyak ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) hanya 204 paket pekerjaan saja. itu aritnya ada 29 paket pekerjaan yang tidak didaftarkan ke ULP.

Sementara dari 204 paket pekerjaan yang dilelang di ULP, hanya 190 paket yang berhasil dilelang dan digarap. Sedangkan 14 pekerjaan sisanya dinyatakan gagal dengan berbagai macam kendala. Mulai dari rekanan yang tidak memenuhi syarat adalah kendal.“Meski demikian ada peningkatan angka serapan anggaran. Pemicunya karena beberapa faktor, yaitu adanya tim evaluasi realisasi penyerapan anggaran yang bekerja cukup efektif,” tandasnya.

Selain itu adanya rakor internal SKPD untuk mengukur dann mengetahui kinerja yang telah dicapai tiap dua bulan sekali. Hal itu menurutnya juga mempengaruhi perbaikan kinerja SKPD dalam penyerapan anggaran.

Rakor pengendalian kegiatan meneurutnya juga untuk menentukan langkah kebijakan secara rutin juga turut andil. “Rakor-rakor tersebut ternyata cukup efektif, karena bisa diketahui perkembangan pelaksanaan pekerjaannya, sekaligus evaluasi,” katanya.

Penjabat Bupati Kendal Kunto Nugroho, berharap prestasi semacam ini di masa depan agar terus ditingkatkan. “Semua kegiatan harus direncanakan dengan matang, karena hasil yang baik akan berdampak positif bagi masyarakat,” harapnya. (bud/zal)