Dorong Maksimalkan Potensi Lokal

425
PRODUK UNGGULAN : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau produk-produk batik milik UMKM dari Pekalongan dan sekitarnya, kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PRODUK UNGGULAN : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau produk-produk batik milik UMKM dari Pekalongan dan sekitarnya, kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PRODUK UNGGULAN : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau produk-produk batik milik UMKM dari Pekalongan dan sekitarnya, kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PRODUK UNGGULAN : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau produk-produk batik milik UMKM dari Pekalongan dan sekitarnya, kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Pemberlakuan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMR) dan batik menjadi topik panas dalam pertemuan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan se Jawa Tengah yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (4/2) di Hotel Dafam Pekalongan.

Rapar koordinasi dengan tema Sumber Daya Lokal vs Kelesuan Ekonomi Global tersebut dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan sektor industri dan perdagangan Jawa Tengah.

Plt Kepala Disperindag Provinsi Jawa Tengah M Santoso, mengatakan setiap daerah agar dapat memaksimalkan potensi lokalnya. “Sudah dicontohkan oleh salah satu daerah seperti Kulonprogo, ternyata sukses melaksanakan program tersebut,” ucapnya. Bahkan dirinya, memiliki ide harus ada CCTV Jawa Tengah, untuk memantau stok kebutuhan pokok di setiap daerah.