OJK Akan Ciptakan BPR Sehat

Keluarkan Regulasi Baru

399

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan sejumlah regulasi baru bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hal ini sebagai upaya untuk menciptakan BPR yang lebih sehat dan mampu berkompetisi.

Kepala OJK Regional IV Jateng-DIY Panca Hadi Suryanto mengatakan, BPR yang mampu bertahan salah satunya adalah BPR yang berani bersaing dan memiliki cukup aset maupun sumber daya manusia yang cukup kompeten. Menurutnya, jatuhnya lembaga keuangan termasuk BPR sebagian besar disebabkan bukan karena persaingan, tapi justru karena fraud dari internal.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pengawasan serta pembinaan. Mulai dari menganalisa kesehatan BPR untuk kemudian diklasifikasikan. Dengan demikian bagi yang masuk dalam kategori berisiko tinggi bisa segera dilakukan tindakan. “Metode ini menjadi analisis utama bagi pengawas,” ujarnya.

Sedangkan untuk pencegahan, pihaknya juga mengeluarkan beberapa regulasi baru. Diantaranya adalah ketentuan tata kelola. Dengan ketentuan ini, BPR wajib dikelola dengan aturan-aturan tertentu guna meningkatkan kualitas. “Meskipun baru akan diterapkan pada 2018 mendatang, namun ketentuan ini sudah mulai kami sosialisasikan. Kemudian ada juga penerapan manajemen risiko. Penerapan ini untuk meminimalisiri penyimpangan dari internal,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, komisaris di BPR juga harus mengantongi sertifikat. Kemudian direktur dari BPR yang memiliki aset Rp 300 milyar ke atas juga harus lolos sertifikasi, tak hanya level satu tapi juga sertifikasi level dua. “Melalui aturan-aturan ini, pada akhirnya kami ingin menciptakan BPR yang lebih sehat dengan pengelola yang juga kompeten. Sehingga risiko terjadi penyimpangan berkurang dan BPR lebih mampu bersaing,” tandasnya. (dna/smu)