Pengunjung SK Tewas di Kamar Mandi

550

KALIBANTENG – Warga kompleks Resosialiasi Argorejo atau lokalisasi Sunan Kuning (SK) digegerkan seorang pengunjung yang tewas di dalam kamar mandi salah satu wisma, Rabu (3/2) kemarin.

Diduga pria bernama Handiyanto, 55, warga Tegowanu, Grobogan, itu tewas setelah terjatuh dan kepalanya terbentur lantai kamar mandi. Informasi yang dihimpun, kejadian berawal ketika korban bersama rekan, Sudiro, 66, yang tak lain satu wilayah dengan korban mendatangi wisma Bambu Indah yang berada di Jalan Argorejo V Gang I RT 1 RW 4, Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, dengan menaiki mobil Isuzu Panther H-1897-OP, sekitar pukul 21.00.

Sesampai di lokasi kejadian, korban turun dari mobil menuju wisma untuk masuk ke kamar mandi, sementara Sudiro masih menunggu di dalam mobil. Selang beberapa menit, pemilik wisma, Masithah, 59, menemukan Handiyanto sudah telungkup di lantai dan di kepalanya mengeluarkan darah.

”Sementara, korban meninggal diduga karena kepalanya terbentur saat jatuh di kamar mandi. Ada darah yang keluar dari kepala korban. Kami menduga itu terpeleset sendiri,” ungkap, Kapolsek Semarang Barat, Kompol Cahyo Widyatmoko, kemarin malam.

Sementara, jenazah korban langsung dibawa ke RSUP Dr Kariadi. Saat ini pihak kepolisian masih mendalami kematian korban. ”Kami masih melakukan pendalaman. Saat korban ditemukan meninggal tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Kalau dari pemeriksaan dokter belum tahu. Kami pastikan tak terkait tindak pidana,” katanya.

Terpisah, Kepala Insfalasi Forensik RSUP Dr Kariadi, dr R.P Uva Utomo menjelaskan telah melakukan visum terhadap korban meninggal. Namun hasil visum luar yang dilakukan tidak terdapat adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. ”SPV-nya cuma pemeriksaan luar, bukan otopsi. Jadi penyebab kematian tidak dapat ditentukan. Tapi tidak didapatkan kekerasan ataupun tanda keracunan,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)