Perempuan Dominasi Penderita Kanker

1055
MENINGKAT: Seorang pasien penderita kanker RSUP dr Kariadi menerima bingkisan dari direksi rumah sakit tersebut pada peringatan Hari Kanker Sedunia, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENINGKAT: Seorang pasien penderita kanker RSUP dr Kariadi menerima bingkisan dari direksi rumah sakit tersebut pada peringatan Hari Kanker Sedunia, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENINGKAT: Seorang pasien penderita kanker RSUP dr Kariadi menerima bingkisan dari direksi rumah sakit tersebut pada peringatan Hari Kanker Sedunia, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENINGKAT: Seorang pasien penderita kanker RSUP dr Kariadi menerima bingkisan dari direksi rumah sakit tersebut pada peringatan Hari Kanker Sedunia, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jumlah penderita kanker setiap bulan meningkat. Berdasarkan data dari RSUP dr Kariadi Semarang, 80 persen pasien yang dirawat di RS pelat merah ini merupakan penderita kanker.

Direktur Medik RSUP dr Kariadi, Darwito, mengatakan, persentase keseluruhan penderita tersebut terbagi menjadi beberapa jenis. ”Ada kanker payudara, kanker serviks, kanker prostat, dan kanker darah,” kata Darwito saat ditemui pada peringatan Hari Kanker Sedunia di RSUP dr Kariadi, Kamis (4/2).

Dikatakan Darwito, penderita kanker paling banyak adalah perempuan. Penyebabnya, antara lain karena gaya hidup, dan minimnya kesadaran akan kesehatan organ vital perempuan. Sebanyak 40 persen pasien kanker tersebut didominasi oleh perempuan. Pada anak-anak jenis kanker yang ditangani oleh RSUP dr Kariadi yaitu leukemia (kanker darah). ”Banyak faktornya, bisa dari pola hidup dan faktor keturunan semua berpotensi,” ujarnya.

Saat ini, penyakit kanker merupakan jenis penyakit pembunuh terbanyak di dunia. Meski begitu, dalam dunia medis, penyebab pasti penyakit ini memang belum ditemukan.

Hal yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan pencegahan. Pencegahan tersebut dapat dilakukan melalui pola hidup sehat, dan lebih banyak mengonsumsi makanan yang tidak terpengaruh bahan kimia. ”Untuk penderita yang sudah terdeteksi harus segera mendatangi pusat layanan kesehatan yang dibutuhkan agar dilakukan diagnosis,” katanya.

Direktur Utama RSUP dr Kariadi, Bambang Sudarmanto, mengatakan, proses pengobatan penyakit kanker bisa memakan waktu yang panjang. ”Melalui kemoterapi, pengobatan radiasi, dan terapi bedah. Dalam praktiknya kita pilih mana yang cocok bagi pasien kanker,” kata Bambang.

Saat ini, lanjut dia, pihak RSUP dr Kariadi telah melengkapi fasilitas penanganan penyakit kanker. Di antaranya, penyediaan ruang rawat inap, palayanan kemoterapi, pelayanan radiasi, dan terapi bedah. Selain itu, penambahan alat kemoterapi juga dilakukan. Seperti halnya penambahan dua alat kemoterapi untuk pasien kanker.

Dikatakan, peningkatan jumlah pasien kanker setiap bulan di RSUP dr Kariadi juga terjadi. Berdasarkan data rumah sakit tersebut, kenaikan pasien dewasa penderita kanker setiap bulannya mencapai 5-10 persen. Saat ini, jumlah pasien rawat jalan saja, khusus penderita kanker di RSUP dr Kariadi mencapai 1.200 pasien. ”Itu angka setiap bulannya, jenis penyakit kanker yang banyak memang ditemukan di orang dewasa terutama wanita,” ujarnya.

Khusus untuk penderita kanker anak yang dirawat di RSUP dr Kariadi relatif kecil. Itu pun lebih spesifik. Antara lain, kanker darah (leukemia) dan solid tumor. ”Memang untuk anak penyumbang terbesar untuk kategori kanker darah, itu bisa disebabkan karena keturunan maupun pola hidup,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono, mengatakan, guna memerangi kanker, Menteri Kesehatan RI memberikan surat edaran untuk menggalakkan kembali pemeriksaan deteksi dini kanker. Surat edaran tersebut berisi imbauan kepada masyarakat untuk mengikuti program deteksi dini dengan beberapa cara. ”Yang diimbaukan dalam surat edarannya yakni IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat hingga melalui papsmear, itu adalah dua cara untuk mendeteksi kanker serviks,” ujarnya.

Dikatakan Widoyono, kanker serviks sedikit lebih sulit dideteksi dibanding kanker lainnya karena berada di dalam rahim. ”Di Semarang untuk ikut pemeriksaan IVA tidak harus ke rumah sakit, sudah ada 13 puskesmas yang bisa melayani pemeriksaan ini,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, jumlah penderita kanker pada 2015 mencapai 1.202 orang. Itu merupakan data kumulatif penderita kanker dari anak-anak hingga dewasa.

Sementara itu data di RS Telogorejo Semarang, setiap bulannya tercatat ada sekitar 200 penderita kanker menjalani pengobatan, atau rata-rata setiap hari ada 6 orang yang menjalani perawatan. ”Ada sekitar 6 orang per hari yang menjalani perawatan, totalnya per bulan mencapai 200 orang penderita,” kata Arif Setiawan, pantia acara bakti sosial Semarang Medical Center (SMC) RS Telogorejo Semarang, bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia, kemarin.

Penderita kanker yang menjalani perawatan sendiri biasanya mengidap penyakit kanker payudara, kanker darah dan kanker getah bening. Motivasi dan support sangat perlu diberikan, agar penderita kanker memiliki semangat untuk bisa sembuh. ”Kanker bisa diobati, kami berharap informasi dan pengetahuan yang benar tentang kanker bisa tersebar luas agar seluruh masyarakat mendapat penanganan kanker yang tepat dan komprehensif,” ujarnya.

Ketua CISC Suluh Hati Semarang, Cahyaning Puji Astuti , mengatakan, jika kanker biasanya disebabkan oleh pengaruh radikal bebas atau karsinogenik. Selain itu, kanker juga disebabkan pengaruh gaya hidup yang negatif, seperti merokok,dan mengonsumsi menuman keras. ”Gaya hidup sangat memengaruhi penyebab kanker, semua orang punya potensi yang sama,” katanya.

Menurut data yang dimiliki CISC, pada 2016, jumlah penderita kanker di seluruh dunia terus meningkat, ada 8,2 juta manusia meninggal akibat kanker setiap tahunnya. ”Empat jutanya meninggal prematur dengan usia 30-69 tahun,” tuturnya. (ewb/den/aro/ce1)