Progres di Jateng Paling Lambat

Proyek Tol Trans Jawa

696

”Dengan Permendagri ini, semoga tidak ada lagi kendala mengenai pembebasan lahan. Pengadaan tanah harus selesai akhir tahun ini, sehingga pengerjaan konstruksi diharapkan rampung selambatnya akhir 2018,” tuturnya.

Sri juga menyusun jadwal percepatan pembangunan dan melakukan monitoring maupun evaluasi secara periodik. Dia juga akan membentuk desk jalan tol yang dipusatkan di Dinas Bina Marga Jateng.

”Jika masih terlambat, ekonomi Jawa Tengah tidak tumbuh dan akan kalah dengan Jawa Barat dan Jawa Timur. Kalau semua jelas, duite ana, apa yang tidak bisa dilakukan. Kata kunci cepat dan selamat harus kita pegang,” ujarnya optimistis.

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng Bambang Wahyudi menambahkan, timnya telah siap mendampingi pembangunan jalan tol dari aspek administratif. Terlebih selama ini pihaknya telah melakukan beberapa penyelesaian administratif, seperti pembebasan lahan milik PT Perhutani dan Perumnas yang akan digunakan untuk ruas tol Semarang – Batang. ”Agaknya, setelah penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, bisa lebih cepat,” pungkasnya. (amh/ric/ce1)