2.500 Anak Jadi Korban Kekerasan

631
ANTIKEKERASAN : Gabungan LSM yang tergabung dalam Aliansi Anak Bangsa saat deklarasi antikekerasan terhadap anak dan perempuan di Alun-Alun Kota Magelang sebelah barat, Jumat (5/2). (Ahsan fauzi/radar kedu)
ANTIKEKERASAN : Gabungan LSM yang tergabung dalam Aliansi Anak Bangsa saat deklarasi antikekerasan terhadap anak dan perempuan di Alun-Alun Kota Magelang sebelah barat, Jumat (5/2). (Ahsan fauzi/radar kedu)
ANTIKEKERASAN : Gabungan LSM yang tergabung dalam Aliansi Anak Bangsa saat deklarasi antikekerasan terhadap anak dan perempuan di Alun-Alun Kota Magelang sebelah barat, Jumat (5/2). (Ahsan fauzi/radar kedu)
ANTIKEKERASAN : Gabungan LSM yang tergabung dalam Aliansi Anak Bangsa saat deklarasi antikekerasan terhadap anak dan perempuan di Alun-Alun Kota Magelang sebelah barat, Jumat (5/2). (Ahsan fauzi/radar kedu)

MAGELANG- Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menamakan diri Aliansi Anak Bangsa Jumat (5/2) kemarin menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Kota Magelang.

Mereka yang merupakan gabungan dari LSM Gesra, Laskar Merah Putih, Garda Nusantara Jateng, LSM Pualam Djawa dan LSM Bumi Pertiwi ini menyerukan antikekerasan terhadap anak dan perempuan serta gerakan antinarkoba.

Koordinator lapangan aksi damai, Verlly Marven S menyatakan, aksi ini bertujuan agar pemerintah lebih peduli dengan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi di masyarakat serta melakukan kontrol yang lebih cermat terhadap kasus-kasus kekerasan dan pencegahannya.

“Selain kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, kami juga ingin menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah,” ucap Verlly kepada Jawa Pos Radar Kedu di sela aksi.

Ketua Garda Nusantara Jateng itu membeberkan, memilih Kota Magelang sebagai lokasi aksi damai, karena Kota Sejuta Bunga merupakan penghubung antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.