5 Desa Tak Bayar, 55 Desa Tak Tertib Bayar Pajak DD

489

BATANG-Dana Desa (DD) sebesar Rp 66 miliar yang digelontorkan kepada 239 desa di Kabupaten Batang pada tahun 2015 lalu, ternyata masih meninggalkan banyak masalah. Di antaranya tidak tertibnya pembayaran pajak, amburadulnya laporan keuangan desa penerina Dana Desa, dan tidak sedikit yang dalam pembuatan laporan Surat Pertanggungjawabannya (SPJ) dibuatkan oleh pihak ketiga.

Hal tersebut terungkap saat acara Sosialisasi Perpajakan dan Pengelolaan Keuangan Desa, di aula Pemkab Batang yang diselenggarakan oleh KPP Pratama Batang yang dihadiri kepala desa (Kades) dan perangkat desa se- Kabupaten Batang.

Teguh Yuliantoro, petugas KPP Pratama Batang mengungkapkan bahwa dari 239 desa di Kabupaten Batang, baru 109 desa yang melakukan pembayaran pajak sesuai ketentuan dan dalam pembayaran serta laporan perpajakannya tepat waktu.

“Sedangkan sebanyak 130 desa lainnya masih belum taat pajak. Dan dari 130 desa tersebut, 55 desa di antaranya perlu mendapatkan perhatian khusus, karena masih salah dalam pembuatan laporan,” katanya.

Kendati baru 109 desa yang taat melakukan pembayaran pajak dana desa, namun hal itu dinilai sudah bagus. Karena sudah mencapai 40 persen dari jumlah desa penerima dana desa.

“Namun masih ada 5 desa di Kabupaten Batang yang tidak membayar pajak dana desa sama sekali. Kami sudah berupaya persuasif, namun tidak direspon. Tolong agar soal pajak ini benar-benar jadi perhatian, karena akan kembali untuk kepentingan pembangunan,” kata Teguh.

Kabag Pemerintah Desa, Setda Batang, Rakhmat Nur Fadillah, mengatakan bahwa dengan adanya dana desa yang digelontorkan ke masyarakat, diharapkan menjadi daya ungkit perekonomian. Sehingga, berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.