DBD Mewabah, Permintaan Trombosit Tinggi

444
DONOR DARAH: Seorang warga saat menyumbangkan darahnya di PMI Kota Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DONOR DARAH: Seorang warga saat menyumbangkan darahnya di PMI Kota Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DONOR DARAH: Seorang warga saat menyumbangkan darahnya di PMI Kota Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DONOR DARAH: Seorang warga saat menyumbangkan darahnya di PMI Kota Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Meningkatnya jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), menyebabkan permintaan trombosit atau sel darah merah di PMI Kota Semarang tinggi. Dalam sehari, tercatat 100 kantong darah merah atau trombosit dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Kota Semarang dan sekitarnya.

Dokter Unit Transfusi PMI Kota Semarang, dr Hilda Eka Yulianty, mengakui permintaan darah khususnya sel darah merah mengalami peningkatan cukup signifikan.

Dikatakan, peralihan musim kemarau ke musim penghujan membuat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Akibatnya, banyak warga Kota Semarang yang terjangkit penyakit DBD, dan dirawat di sejumlah rumah sakit.

”Sebelumnya permintaan darah merah atau tombosit hanya 60 kantong per hari. Namun sejak sekitar seminggu ini mencapai 100 kantong lebih dalam sehari,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Jumat (5/2) siang.