Pakai Strategi Internet Marketing, Kuasai 30 Kota

Hero Wijayadi, Warga Semarang yang Sukses Kelola Toko Bunga Online

699

Bahkan berkat keberhasilannya berbisnis bunga secara online ini, Meme Florist sempat dikunjungi tim Google Inc yang dipimpin Head of Corporate Communications Jason Tedjasukmana, belum lama lalu. “Kreativitas Meme Florist ini diharapkan memantik inspirasi bagi masyarakat, sehingga mampu berperan menggerakkan roda perekonomian di Indonesia,” kata Jason Tedjasukmana saat berkunjung di kantor Meme Florist Ruko Mataram Plaza, Semarang.

Hero –sapaan akrab Hero Wijayadi menjelaskan, secara teknis, pemesanan bunga bisa dilakukan di kota mana pun secara mudah, murah, aman, dan cepat. Nama Meme Florist ini pun melambung dan sudah banyak dikenal publik di dunia maya. Via website, BlackBerry Messenger (BBM), SMS, WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter maupun email, pelanggan ternyata nyaman untuk memanfaatkan jasa pemesanan bunga secara online melalui toko ini. Bahkan belakangan juga telah meluncurkan aplikasi Meme Florist untuk Android.

”Tetap dengan harga terjangkau, mutu terjamin, pengiriman tepat waktu dan budget yang fleksibel. Saat ini, kami sudah melayani pemesanan bunga ke lebih dari 30 kota besar di seluruh Indonesia,” kata Hero ditemui Jawa Pos Radar Semarang, belum lama ini.

Bagaimana cara melayani pemesan dari 30 kota di Indonesia? Hero mengaku tidak memiliki toko bunga secara offline. Posisinya hanya sebagai ’broker’ bunga. Maka ia membangun jaringan dengan para florist (penjual bunga) lokal di setiap kota. ”Saya melihat produk bunga-bunga lokal memiliki kualitas bagus. Saya pikir ini potensi yang luar biasa.” ujarnya.

Namun para florist lokal tidak memiliki kemampuan dalam hal internet marketing. Hero sendiri yang memang selama ini interest dengan dunia digital berusaha menata sistem. Dia pun menawarkan kerja sama dengan prinsip saling menguntungkan. Para partner florist lokal itu setuju. Bahkan jaringan florist yang dibangun oleh Hero tercatat lebih di 30 kota besar di Indonesia.

”Secara bisnis, era seperti saat ini banyak serbuan asing. Maka kami orang lokal harus memiliki inovasi yang mengerti budaya lokal. Kualitas lokal yang baik kita angkat agar dikenal. Kita tahu bagaimana penggunaan gadget, siapa yang tidak menggunakannya. Semua bisnis sudah saatnya going online,” katanya.