Pakai Strategi Internet Marketing, Kuasai 30 Kota

Hero Wijayadi, Warga Semarang yang Sukses Kelola Toko Bunga Online

699

Namun demikian, untuk bisa menjadi seperti ini, tentu bukan hal mudah. Hero pernah mengalami keterpurukan. Sebelumnya, bisnis travel yang dikelola oleh keluarganya mengalami kebangkrutan pada 2006. Akhirnya, dengan segenap kreativitas yang dimilikinya, Hero berusaha mendalami bisnis jual beli online. Di antaranya, berupa suplemen, filter air, dan lain-lain.

Namun demikian, bisnis online tersebut tak semudah membalik telapak tangan. Hingga akhirnya pada 2012, istrinya, Mariani, menyampaikan uneg-unegnya.

”Saya ngobrol sama suami, menyampaikan kalau saya ingin memiliki aktivitas bisnis, namun tetap bisa menjadi ibu rumah tangga dengan merawat anak-anak,” ungkap Meme, panggilan Mariani.

Berangkat dari obrolan itulah, Hero merespons dan menata strategi bersama istrinya. Meme memang senang dengan bunga, sebelum akhirnya berusaha mencari ide tentang bunga.

”Tapi kami tidak punya keterampilan untuk merangkai bunga sendiri. Makanya kami mencari partner. Pertama, kami jalan-jalan di Pasar Bunga Kalisari Semarang, bertemulah dengan partner florist pertama bernama Pak Adi Tristiadi. Kami kemudian bekerja sama,” kenangnya.

Penjualan bunga melalui florist pertama ternyata mendapat respons positif dari konsumen. Mereka berdua kemudian memperluas jaringan dengan memperbanyak partner lain. Bahkan hingga memperluas jaringan di kota-kota besar, seperti di Bandung, Jakarta, Surabaya, Jogja, Aceh, Bali, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan lain-lain.

”Kami memperluas jaringan dengan mendatangi florist-florist lokal dan melakukan screening, memilih kualitas bunga yang bagus dan lain-lain,” katanya.

Hampir di setiap kota, ia memiliki website Meme Florist. Misalnya di Bandung www.memefloristbandung.com, di Jakarta: www.memefloristjakarta.com dan seterusnya. Namun website utama adalah www.memeflorist.com berkantor tetap di Kota Semarang, yakni di Ruko Mataram Plaza.