Urus E-KTP Masih Ribet

Warga Dimintai Surat Pengantar

1669

Adhi juga sedikit kecewa dengan pelayanan yang dirasa mempersulit. Dia sempat dimintai surat pengantar dari RT, RW, kelurahan, dan kecamatan tempat dia tinggal sebagai syarat. ”Saya heran. Yang butuh data asli saya itu kan pemerintah. Kok saya yang disuruh muter-muter. Menurut saya, kalau memang mau mengkroscek, sebaiknya pihak Dispendukcapil yang mengkonfirmasi ke kecamatan. Jadi benar-benar bisa disebut melayani masyarakat,” katanya.

Ida P, salah satu petugas mobil keliling menerangkan, surat pengantar tersebut digunakan sebagai pendataan ulang. Dikhawatirkan, ada status atau alamat baru yang harus di-update. ”Siapa tahu ada data-data yang harus di-update,” ucapnya.

Mengenai peralatan, dikatakan Ida belum disematkan di mobil keliling. Jadi bagi warga yang ingin membuat e-KTP, dari rekam sidik jari, rekam retina mata, dan print, harus datang ke Dispendukcapil Kota Semarang di Jalan Kanguru Raya nomor 3.

”Kalau sudah pernah rekam, bisa langsung diurus di sini. Tapi tidak bisa langsung dicetak. Yang masuk hari Minggu (kemarin, Red), baru jadi besok Rabu. Besok (hari ini, Red) kan tanggal merah. Berkas baru bisa diproses Selasa,” paparnya.

Bagi yang mengurus di mobil keliling, e-KTP-nya juga harus diambil di mobil keliling. Ida menjelaskan, mobil ini beredar setiap Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 di Simpang Lima.

”Banyak yang mengurus di mobil keliling. Hampir sama dengan langsung di kantor. Setiap hari, kami bisa mencetak rata-rata 800 e-KTP. Dari yang buat baru, dan pergantian data identitas,” tutupnya. (amh/ric/ce1)