Banyak Guru Takut Kata Korupsi

693
SOSIALISASI ANTI KORUPSI : Para guru saat mengikuti Seminar Anti Korupsi di Gedung Pertemuan PIKK Lopait, Tuntang Kabupaten Semarang, Sabtu (6/2) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI ANTI KORUPSI : Para guru saat mengikuti Seminar Anti Korupsi di Gedung Pertemuan PIKK Lopait, Tuntang Kabupaten Semarang, Sabtu (6/2) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI ANTI KORUPSI : Para guru saat mengikuti Seminar Anti Korupsi di Gedung Pertemuan PIKK Lopait, Tuntang Kabupaten Semarang, Sabtu (6/2) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI ANTI KORUPSI : Para guru saat mengikuti Seminar Anti Korupsi di Gedung Pertemuan PIKK Lopait, Tuntang Kabupaten Semarang, Sabtu (6/2) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA–Selama ini, banyak kalangan yang ketakutan dengan kata korupsi. Bahkan, sudah hati-hati dalam melaksanakan program sesuai dengan regulasi, tetap saja ada celah kesalahannya. Karena itulah, para guru sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Semarang dihadirkan dalam Seminar Anti Korupsi yang digelar BPN ICI Jateng, di Gedung Pertemuan PIKK Lopait, Tuntang Kabupaten Semarang, Sabtu (6/2) kemarin.

Nara sumber yang dihadirkan adalah DR M Haryanto SH MHum dan DR Krishna Djaya Darumurti SH MH, keduanya Dosen Fakultas Hukum (FH) UKSW Salatiga.

Direktur BPN ICI Jateng, Suyana Hadi Prayitno menyatakan bahwa seminar tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi untuk mengantisipasi secara dini bahaya korupsi, khususnya pada lembaga pendidikan yaitu SD. “Dengan begitu, para guru SD bisa lebih dini mengetahui dan mengerti tentang bahayanya korupsi,” katanya didampingi humas BPN ICI Sodiq.

Menurut salah satu guru SD, Joko, selama ini banyak yang ketakutan dengan kata korupsi. Bahkan, sudah hati-hati dalam melaksanakan program sesuai dengan regulasi, tetap saja dicari celah kesalahannya. “Ini yang harus dipertegas kembali,” ujarnya. (sas/ida)