Denda Keterlambatan Dihapus

Pengurusan Akta Kelahiran

453

SEMARANG – Jika sebelumnya masyarakat Kota Semarang diharuskan membayar denda atas keterlambatan pembuatan akta kelahiran, saat ini denda tersebut mulai dihapuskan. Hal itu tidak lain untuk meningkatkan cakupan akta kelahiran di kalangan anak sesuai yang ditargetkan.

Kepala Bidang Data dan Dokumen Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang, Indra Budi Tjahyono saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, aturan tersebut mulai berlaku sejak 1 Februari 2016 hingga 30 Juni 2016 mendatang. ”Ini sekaligus untuk memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Kota Semarang yang ke-469,” ujarnya.

Atas hal itu, Indra berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbondong-bondong mendaftarkan diri dan anaknya untuk pembuatan akta kelahiran. Aturan ini berlaku bagi anak berusia 0-18 tahun. ”Semuanya gratis alias tidak dipungut biaya,” imbuhnya.

Disinggung berapa cakupan kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun di Kota Semarang saat ini, Indra menyebutkan hingga akhir Desember 2015 mencapai 74,21 persen dari total 477,79 anak. Ia mengaku optimistis pada akhir tahun ini mencapai target 75 persen. ”Dengan upaya maksimal, kami yakin bisa melampaui target tersebut,” terangnya.

Ia menambahkan, berbagai upaya yang telah dilakukan Dispendukcapil Kota Semarang antara lain dengan melakukan sosialisasi melibatkan seluruh camat dan lurah yang tersebar di Kota Semarang. selain itu, juga melibatkan pihak rumah sakit dan rumah bersalin.

”Dokumen kependudukan dan pencatatan sipil merupakan hal yang sangat penting saat ini. Sehingga siapa pun warga masyarakat harus memilikinya,” tukasnya seraya menyatakan bahwa penghapusan denda juga berlaku untuk keterlambatan pembuatan akta kematian.

Untuk diketahui, sebelum aturan ini diberlakukan, biaya pengurusan akta kelahiran anak usia 0-60 hari telah gratis. Sementara untuk anak usia 61 hari sampai dengan 5 tahun dikenakan denda Rp 50 ribu dan anak di atas usia 5 tahun sebesar Rp 100 ribu. (fai/zal/ce1)