Harga Rumah Stagnan hingga Pertengahan Tahun

651
OPTIMISTIS MEMBAIK: Seorang wiraniaga pengembang perumahan tengah memperkenalkan produknya dalam pameran REI Expo beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPTIMISTIS MEMBAIK: Seorang wiraniaga pengembang perumahan tengah memperkenalkan produknya dalam pameran REI Expo beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPTIMISTIS MEMBAIK: Seorang wiraniaga pengembang perumahan tengah memperkenalkan produknya dalam pameran REI Expo beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPTIMISTIS MEMBAIK: Seorang wiraniaga pengembang perumahan tengah memperkenalkan produknya dalam pameran REI Expo beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 90 persen pembeli rumah di Jawa Tengah merupakan end user atau pengguna rumah tersebut. Hal ini menjadikan para pengembang lebih optimistis, pasar properti akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kepala Dewan Perwakilan Daerah (DPD) REI Jawa Tengah Bidang Promosi Humas & Publikasi Dibya K Hidayat mengatakan, untuk Jawa Tengah khususnya Semarang, pembeli rumah sebagian besar merupakan pemilik rumah pertama. “Artinya mereka yang memang baru membeli rumah untuk pertama kali, karena memang butuh. Bukan digunakan sebagai investasi atau untuk disewakan,” sebutnya, kemarin.

Hal ini yang menurutnya, akan menjadikan pasar properti juga kembali bergairah, entah perekonomian membaik atau tidak. Beda halnya dengan kota-kota besar lain, di mana pembeli rumah atau unit apartemen adalah sebagian merupakan pemilik dana untuk berinvestasi. “Seperti halnya pada tahun 2015 lalu, bila dibanding dengan kota-kota lain, penjualan rumah di Semarang tidak terlalu anjlog, karena pembelinya sebagian besar adalah end user, orang-orang yang mau nggak mau harus beli rumah,” ujarnya.