Jangan Rugikan Para Nelayan

Pembangunan Kampung Bahari Tambak Lorok

407
BERBUAH : H Murid Warnaim menunjukkan pohon kurma yang dia tanam dan kini berbuah sembilan tandan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kalangan DPRD Kota Semarang meminta Pemkot Semarang memperhatikan banyak aspek terkait pembangunan Kampung Bahari Tambak Lorok. Hal itu untuk memastikan bahwa kesejahteran masyarakat setempat benar-benar meningkat.

”Sekitar 70 persen warga di Tambak Lorok adalah nelayan. Jangan sampai mereka dirugikan, karena tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ungkap Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan, pembangunan Kampung Bahari Tambak Lorok di Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara tidak semata menyangkut infrastruktur. Akan tetapi menyangkut aspek lain seperti sumber daya manusia (SDM) dengan mempertimbangkan dampak-dampaknya. Selain itu, aspek kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan sosial juga harus menjadi perhatian. ”Ini harus disiapkan seiring pembangunan infrastruktur di Tambaklorok,” katanya.

Ditambahkan dia, karena mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan, maka mereka mengandalkan hidup dari hasil tangkapan ikan. Padahal, menurutnya, melaut sangat dipengaruhi musim atau kondisi cuaca. Karena itu, mereka juga harus diberikan keterampilan lain agar ekonomi masyarakat dapat tetap berjalan. ”Jangan sampai mereka hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan saja,” tandas politikus PDIP itu.

Terkait hal tersebut, Supriyadi mengaku siap mengawal program dengan pendanaan bersama dari Pemerintah Pusat dan Pemkot Semarang itu mulai dari awal hingga akhir. Seperti diketahui, program ini merupakan program tahun jamak yang melibatkan berbagai pihak mulai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), BBWS Pemali Juana, dan Pemkot Semarang.

Camat Semarang Utara Jaka Sukawijana membenarkan bahwa pembangunan Kampung Bahari tidak bisa sebatas infrastruktur saja. Melainkan harus secara menyeluruh pada semua aspek untuk meningkatkan derajat atau taraf hidup masyarakat setempat.

”Kelurahan Tanjung Mas terbagi atas dua kawasan, yakni Tambak Lorok dan Kebonharjo. Tingkat kemiskinan di Kampung Tambak Lorok yang sebagian besar nelayan memang paling banyak,” ujarnya. (fai/aro/ce1)