KONI Jateng Tak Akan Intervensi

600

SEMARANG – Kabid Organisasi KONI Jateng Untung Budiarso menyatakan, bahwa KONI tak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi, bahkan membuat keputusan terhadap persoalan internal di tubuh induk organisasi olahraga provinsi (pengprov).

Itu sebabnya, menurut Untung, terkait polemik internal di tubuh Pengprov ISSI Jateng menyusul munculnya Surat Keputusan (SK) PB ISSI tentang penunjukkan Dede Indra Permana sebagai Plt Ketua Umum ISSI Jateng, KONI tak bisa melakukan tindakan.

”Kami tak punya kewenangan apapun terkait persoalan internal di pengprov, apalagi PB. Yang bisa dilakukan adalah memberikan saran dan pendapat. Itu pun dengan catatan jika diminta,” kata Untung dihubungi kemarin.

Seperti diketahui, penunjukkan Dede oleh PB PSSI sebagai Plt ketua organisasi balap sepeda itu menuai kekecewaaan dari Sekretaris Musprovlub ISSI di Sragen, Umar Kusuma. Pasalnya, SK tersebut dianggap tak memiliki dasar kuat, mengingat ketika Ketua Umum ISSI yang lama yaitu Maruf Irianto sudah mengundurkan diri dan telah digelar Musorprovlub yang diikuti 21 pengkab/pengkot ISSI.

Menurut Untung, ketika ada persoalan organisasi di tingkat pengprov, hanya PB atau PP yang punya kewenangan untuk menuntaskan persoalan tersebut. KONI sendiri tak mengetahui ada SK PB ISSI dan penyelenggaraan Musorprovlub.

Hanya saja, jika memang diminta, maka KONI Jateng akan melakukan fungsi-fungsi sebagai koordinator pengprov dengan memberikan saran dan pendapatnya atau bahkan mediasi. ”Sekali lagi, jika diminta kami memang akan menggunakan hak-hak untuk memberikan masukan kepada ISSI,” kata sekretaris Muaythai Indonesia Jateng tersebut.

Dia berharap, persoalan di tubuh ISSI Jateng jangan sampai berlarut-larut bahkan sampai mengganggu pembinaan balap sepeda di Jateng yang tengah fokus menghadapi PON XIX di Jabar. (bas)