Maret, 21 Proyek Harus Jalan

372

KENDAL—DPRD Kendal meminta agar pemkab bekerja serius untuk melaksanakan anggaran yang sudah diketok. Maksimal, pekerjaan yang menggunakan APBD 2016 sudah mulai dikerjakan Maret mendatang.

Ketua Komisi C DPRD Kendal, Nashri mengatakan jika pihaknya sudah menyampaikan permintaan tersebut kepada Penjabat Bupati Kendal selaku pucuk pimpinan di pemerintahan Kendal. Tujuannya, agar tidak ada lagi pekerjaan yang molor alias gagal lelang.

Artinya, jika maret sudah dikerjakan maka sekarang ini semua pekerjaan sudah harus di lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Hal ini sebagai antisipasi adanya proyek gagal dikerjakan seperti tahun-tahun sebelumnya yang berakibat lambannya pembangunan di Kendal.“Makanya Januari lalu sebagai bulan administrasi harusnya sudah dioptimalkan. Sehingga Februari sudah mulai proses lelang dan Maret sudah bisa dikerjakan. Dengan upaya ini maka pembangunan di Kendal bisa selesai tepat waktu,” ujaar Nashri Senin (8/2).

Dari perencanaan pembangunan yang ada, jika proyek pekerjaan bisa dikerjakan Maret, maka Juni mendatang semua pekerjaan sudah selesai. Sehingga Juli APBD perubahan sudah bisa ditetapkan tanpa adanya PR pekerjaan dibulan APBD murni yang belum selesai.“Kalau APBD murni ini molor, maka APBD perubahan juga pasti molor realisasinya. Maka bisa dipastikan banyak pekerjaan yang akan terbengkalai. Hal ini tenggang waktu APBD perubahan relatif lebih singkat dan mepet,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Pembangunan Setda Kendal, Hasyim Trijoko menyatakan optimis APBD Kendal 2016 sudah bisa dimulai Maret. Hal itu menyusul Februari ini sudah ada 21 paket pekerjaan yang masuk daftar lelang pada ULP. 21 paket pekerjaan yang masuk sudah mulai proses tersebut yakni empat paket pekerjaan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan 12 paket Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (DBM SDA ESDM).