Perayaan Imlek, 358 Botol Miras Disita

517

“Saya sengaja beli ciu banyak, karena ada pesanan dari warga yang mau mengadakan pesta miras saat liburan Imlek ini,” ungkap Samiati pasrah saat ratusan botol miras diangkut ke truk oleh petugas Polres Pekalongan.

Menurutnya, sebagian besar pemuda yang membeli miras berasal dari luar Desa Sidomukti, seperti Sragi dan Kesesi. Meski miras yang dijual dengan harga tinggi, namun kian hari banyak peminatnya. Khususnya hari libur dan akhir pekan.

“Dagangan saya habis di sita semua. Kalau ada modal, saya ingin buka warung makan saja. Daripada jual miras untungnya besar, tapi tidak tenang karena takut razia,” kata Samiati yang sempat dimintai keterangan di Polres Pekalongan.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri, menjelaskan bahwa dalam perayaan Tahun Baru Imlek, Polri melakukan pengamaman untuk perayaan masyarakat Tionghua. Pihaknya melakukan razia, secara terus menerus seperti di empat kecamatan yakni Kajen, Bojong, Kedungwuni dan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. “Sebanyak 358 botol miras termasuk di wilayah Kebonsuwung, Karanganyar. Bahkan berhasil menyita 11 botol ciu dan miras oplosan. Tidak hanya miras yang disita, namun juga melakukan pembinaan terhadap penghuni dan pengunjung yang lokalisasi Kebunsuwung, ” jelas AKP Aries Tri.

AKP Aries Tri menambahkan bahwa pemilik atau penjual miras akan segera diproses hukum dan dikirim Pengadilan Negeri (PN) Kota Pekalongan untuk dilakukan sidang tindak pidana ringan (Tipiring). “Ini juga sekaligus untuk mengantisipasi sebelum adanya korban meninggal dunia, akibat miras oplosan seperti di daerah lain,” tegas AKP Aries Tri.