Rudyanto Jalani Sidang Perdana

Dugaan Korupsi Bareng Eks Wali Kota Tegal

777

MANYARAN-Perkara dugaan korupsi tukar guling tanah antara Pemkot Tegal dan pihak swasta pada 2012 lalu, yang menyeret tersangka Direktur PT Ciputra Optima Mitra, Rudyanto, segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang. Sidang perdana dijadwalkan, hari ini, Selasa (9/2). Perkara yang ditangani penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut telah terlebih dahulu menyidangkan eks Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya.

Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tipikor Semarang, Heru Sungkowo menyebutkan, berkas perkara Rudyanto sudah diterima pihaknya dalam nomor perkara 16/ Pid.Sus-TPK/ 2006/ PN.Smg.

“Pelimpahan berkas dilakukan pada 29 Januari lalu. Adapun majelis hakim pemeriksa diketuai, Torowa Daeli SH MH dan dua hakim anggota Gatot Susanto SH MH dan Kalimatul Jumro SH MH,” kata Heru kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam berkas rencana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK menyebutkan bahwa Rudyianto bersama-sama mantan Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya, diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pelaksanaan tukar guling (ruislag) tanah. Ikmal diduga melakukan pembiaran pengalihan tanah atas tanah yang telah ditetapkan untuk pembangunan kepentingan umum. Tindakan itu diduga merugikan negara sebesar Rp 35 miliar.

Rudyanto sendiri dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Semarang menambah hukuman Ikmal Jaya menjadi 8 tahun penjara. Sementara pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Tipikor Semarang Ikmal dijatuhi putusan dengan pidana 5 tahun penjara.

Selain itu, Ikmal juga dijatuhi pidana denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 350 juta. Putusan lebih tinggi juga dijatuhkan terhadap Syaeful Jamil SSos, Direktur CV Tri Daya Pratama. Putusan PT Semarang diperberat dari 5 tahun menjadi 7 tahun penjara. Ia juga dipidana denda Rp 300 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp 22.571.841.000 subsidair 1 tahun penjara. (jks/ida)