Area Jogging Harus Bersih PKL

476
RAZIA: Petugas Satpol PP menyingkirkan gerobak dan mainan yang berada di area pejalan di Alun-alun Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR Kedu)
RAZIA: Petugas Satpol PP menyingkirkan gerobak dan mainan yang berada di area pejalan di Alun-alun Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR Kedu)
RAZIA: Petugas Satpol PP menyingkirkan gerobak dan mainan yang berada di area pejalan di Alun-alun Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR Kedu)
RAZIA: Petugas Satpol PP menyingkirkan gerobak dan mainan yang berada di area pejalan di Alun-alun Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR Kedu)

WONOSOBO – Kondisi Alun-Alun Wonosobo saat hari libur terlihat semrawut. Bahkan area pejalan kaki nyaris habis dipakai tempat jualan pedagang kaki lima (PKL). Untuk memberikan ruang bagi warga yang akan olahraga dan jalan sehat, Satpol PP pada Senin (8/2) lalu membersihkan PKL di area jogging.

Menurut Kepala Satpol PP Wonosobo Faisal RB, penertiban, penataan dan pemantauan akan rutin digelar setiap Minggu dan hari libur. Dasar hukumnya adalah Perbup No 3 tahun 2009 tentang Penataan Kawasan Alun-Alun.

Ditegaskannya, pemerintah tidak melarang orang mencari penghidupan. Tapi pemerintah berhak mengatur sehingga hak masyarakat di luar PKL yang ingin menikmati fasilitas Alun-alun bisa terpenuhi. Sesuai Perbup, Alun-alun merupakan area publik. “Artinya harus bisa dinikmati semua masyarakat pada umumnya,” katanya.

Kasi Trantib Satpol PP Sunarso menambahkan, penataan ini difokuskan terhadap PKL yang berjualan di dalam Alun-alun atau area lari dan jalan kaki. Selain itu, PKL yang menggunakan gerobak di atas selasar dan mainan otomotif baik yang berada di dalam maupun di atas selasar. “Ini dilakukan demi kenyamanan bersama,” katanya

Penataan dilakukan dari pintu masuk regol pendopo ke selatan sampai tiang bendera. Kemudian mulai beringin kurung sampai selatan alun-alun depan BRI. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi kesan agar lingkungan Pendopo tetap berwibawa dan alun-alun tidak terlihat kumuh. (ali/ton)