Kecam Teror dan Kekerasan Terhadap Pers

498
AKSI DAMAI: Aksi teatrikal yang digelar Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) memperingati hari pers nasional 2016, di Alun-alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI DAMAI: Aksi teatrikal yang digelar Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) memperingati hari pers nasional 2016, di Alun-alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI DAMAI: Aksi teatrikal yang digelar Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) memperingati hari pers nasional 2016, di Alun-alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI DAMAI: Aksi teatrikal yang digelar Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) memperingati hari pers nasional 2016, di Alun-alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Belasan awak media yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) menggelar aksi damai memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2016. Yakni dengan menggelar aksi teatrikal di Alun-alun Kendal, kemarin. Mereka mengecam aksi teror dan kekerasan terhadap jurnalis.

Koordinator aksi, Slamet Prihatin mengatakan aksi tersebut bentuk keprihatinan terhadap sejumlah jurnalis yang masih merasakan intimidasi atas karya yang telah mereka buat. Dari data yang ditulis oleh Komite untuk Perlindungan Jurnalis (CPJ), sepanjang 2015 lalu lebih kurang ada 69 kasus wartawan yang tewas saat menjalankan liputan. Dari jumlah tersebut, sepertiga atau 23 kasus kematian wartawan adalah pembunuhan berencana.

Dari data di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat, ada 47 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Namun diperkirakan kasus kekerasan jurnalis yang tak tercatat juga masih ada. “Masih banyak bentuk kekerasan lainnya, baik dalam bentuk ancaman maupun teror yang selama ini tidak terungkap,” tandasnya.