Musrenbang Kurang Greget, Siapkan Terobosan

458
Teddy Sulistyo (IST)
Teddy Sulistyo (IST)
Teddy Sulistyo (IST)
Teddy Sulistyo (IST)

SALATIGA–Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan yang dilaksanakan mulai tingkat kelurahan hingga kota dirasa tidak ada gregetnya sama sekali. Bisa dikatakan hanya formalitas karena makna pokoknya banyak yang tidak terakomodasi.

Prihatin akan kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Salatiga, Teddy Sulistyo bersiap melakukan inovasi atau terobosan agar Musrenbang bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Banyak usulan masyarakat yang tidak terlaksana. Pada pelaksanaan di tingkat kelurahan dan kecamatan, tidak jarang jika SKPD hanya diwakili oleh pejabat setingkat kasi yang tidak bisa mengambil keputusan,” ujar Teddy menceritakan kondisi saat ini.

Terobosan yang dilakukan adalah dengan memberikan waktu kepada LKPM, lurah dan camat untuk memberikan paparan (ekspose) mengenai usulan kegiatan di wilayahnya. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya pencoretan–pencoretan usulan dari bawah dan tidak diketahui saat pembahasan di tingkat kota.

“Nantinya dalam Musrenbang kota atau pembahasan Tim Anggaran dan Badan Anggaran, kami akan menberikan waktu untuk ekspose. Jadi kami bisa tahu mana program yang penting dan bila ada pencoretan, masyarakat bisa mengetahui secara langsung alasannya,” tandas politisi asal PDIP saat ditemui di kantornya, kemarin.

Sehingga ke depan, masyarakat tidak lagi apatis dengan pelaksanaan Musrenbang karena tahu jika DPRD benar-benar melakukan pengawalan dan perjuangan agar usulan masyarakat bisa terealisasi. Paling tidak 75 persen usulan bisa dikerjakan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua komisi A DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit menambahkan bahwa pada tahun 2015 lalu, usulan masyarakat banyak yang tidak terealisasi. Misalnya usulan di Kelurahan Salatiga tidak ada yang dilaksanakan. Sementara puluhan usulan dari Kelurahan Kutwinangun Kidul, hanya empat yang terlaksana.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Salatiga, Supriyono menyuarakan jika evaluasi pelaksanaan Musrenbng harus berkala dan maksimal 3 bulan. Pasalnya, saat ini evaluasi hanya dilakukan di akhir tahun sehingga terkesan hanya sebagai pemberitahuan semata.(sas/sct/ida)