Pemilik Biro Mega Dewata Tour Dipolisikan

Gelapkan Akomodasi KKL Rp 228 Juta

683

SEMARANG – Pemilik biro perjalanan Mega Dewata Tour Semarang, Nur Alijad Ahmadi dilaporkan oleh sejumlah mahsiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) Semarang. Pria yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kampus tersebut, diduga telah menggelapkkan dana Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebesar Rp 228 juta milik mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa Polines Semarang yang melaporkan Mapolrestabes Semarang yakni dari program studi D3 Akuntansi dan D3 Keuangan dan Perbankan angkatan 2014. Uang ratusan juta itu rencananya untuk akomodasi 203 mahasiswa termasuk 9 dosen sebagai pendamping KKL di Jakarta dan Bandung, dengan menggunakan sembilan bus selama 5 hari.

Menurut Ketua Panita KKL, Enis Dwi Rizki, uang tersebut sudah dibayarkan kepada Nur Alijad Ahmadi sebelum pemberangkatan KKL yakni 1 Febuari 2016. Namun uang yang digunakan untuk kebutuhan penginapan termasuk biaya katering diduga telah diselewengkan.

”Akibatnya rombongannya telantar dan sempat dikeluarkan dari hotel tempat menginap. KKL hanya jadi tiga hari, batal ke Bandung hanya ke Jakarta saja. Padahal rencana awal ada kunjungan ke Bandung,” ungkapnya saat mendatangi Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Sebelumnya, para mahasiswi semester empat tersebut mengaku sudah menaruh curiga dari keberangkatan awal. Menurutnya ada beberapa kejanggalan seperti halnya kurangnya kesiapan pihak tour travel dan tak adanya koordinasi antara kru bus dan mahasiswa. ”Banner dan spanduk belum dipasang, bus yang dijanjikan tidak sesuai. Kecurigaan lagi pihak biro bernama Sariyanto, yang menjadi pendamping juga memutuskan mengundurkan diri di tengah perjalanan. Alasan sudah tidak punya uang lagi karena pemilik tur tidak memberikan uang untuk akomodasi,” jelasnya.