Pemprov Akan Bangun Sekolah Jurnalistik

386
SIMPATI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Gedung Pers Jateng, Jalan Tri Lomba Juang, kemarin. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)
SIMPATI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Gedung Pers Jateng, Jalan Tri Lomba Juang, kemarin. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)
SIMPATI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Gedung Pers Jateng, Jalan Tri Lomba Juang, kemarin. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)
SIMPATI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Gedung Pers Jateng, Jalan Tri Lomba Juang, kemarin. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Kesejahteraan para buruh berita atau awak media perlu dipikirkan. Pasalnya, tingkat kesejahteraan tersebut sangat memengaruhi moral dan profesionalisme wartawan ketika bekerja, terutama di lapangan.

Hal itu dituturkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Peringatan Hari Pers Nasional di Gedung Pers Jateng Jalan Tri Lomba Juang Semarang, Selasa (9/10) kemarin. ”Perusahaan media harus fair dengan UMR atau UMK. Perusahaan media harus perhatikan semua awaknya. Kalau tidak, akan memengruhi demoralisasi, bahkan mengesampingkan kode etik jurnalistik yang seharusnya menjadi landasan kinerja awak media,” tegasnya.

Meski begitu, awak media juga perlu meningkatkan skill. Mengasah kemampuan menulis menjadi lebih tajam dan kritis. Karena itu, Pemprov Jateng berencana membangun sebuah sekolah jurnalistik untuk membantu mencetak wartawan profesional. ”Karena inilah yang akan lebih mengedukasi besar-besaran. Wartawan harus bisa kritis. Mengkritik itu harus, tapi memberitakan yang positif itu wajib. Apalagi di tengah kondisi bangsa seperti ini. Optimisme mesti dibangun dan ada tampilan-tampilanya di halaman depan media,” terangnya.