Pencuri Gasak CPU Escavator Proyek Tol

537
PROYEK TOL DIKEBUT : Kendati curah hujan cukup tinggi, sejumlah pekerja terus mengerjakan penataan lahan tol Semarang-Solo sesi III-IV dari Bawen hingga Salatiga tembus di Kecamatan Kaliwungu. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROYEK TOL DIKEBUT : Kendati curah hujan cukup tinggi, sejumlah pekerja terus mengerjakan penataan lahan tol Semarang-Solo sesi III-IV dari Bawen hingga Salatiga tembus di Kecamatan Kaliwungu. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROYEK TOL DIKEBUT : Kendati curah hujan cukup tinggi, sejumlah pekerja terus mengerjakan penataan lahan tol Semarang-Solo sesi III-IV dari Bawen hingga Salatiga tembus di Kecamatan Kaliwungu. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROYEK TOL DIKEBUT : Kendati curah hujan cukup tinggi, sejumlah pekerja terus mengerjakan penataan lahan tol Semarang-Solo sesi III-IV dari Bawen hingga Salatiga tembus di Kecamatan Kaliwungu. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Basecamp atau pangkalan pelaksana proyek jalan tol Semarang-Solo sesi III kembali menjadi sasaran pencurian. Sebelumnya dumptruck ukuran besar milik PT Merak Jaya Beton (MJB) dibawa kabur pencuri, kemarin giliran PT LMA kehilangan tiga CPU yang terpasang di escavator merek Kobelco yang diparkir di pangkalan di Dusun Daren, Desa Pabelan, Kabupaten Semarang. Hilangnya perangkat lunak itu menyebabkan tiga escavator tidak bisa dioperasikan, sehingga PT LMA menderita kerugian.

Kasus pencurian itu diketahui pertama kali oleh operator escavator pada Sabtu (6/2) pagi. Saat itu, para pekerja akan memulai pekerjaan, ternyata alat berat itu tidak bisa berjalan. Selanjutnya para pekerja melaporkan kepada Mijan, 43, koordinator pekerja PT LMA. Saat dilakukan pengecekan oleh teknisi, ternyata ada bagian terpenting yakni CPU hilang dicuri.

“Biasanya ada penjaga malam, tetapi saat itu penjaga malamnya pulang karena sakit. Sehingga lokasi untuk menempatkan alat berat tidak ada penjaganya,” kata dia.