Suhantoro Diganjar 2,5 Tahun Penjara

453

MANYARAN – Mantan Kepala UPTD Kasda Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Suhantoro, harus lebih lama lagi mendekam di Lapas Kedungpane Semarang. Pasalnya, kemarin (9/2), majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang memvonis 2 tahun 6 bulan (2,5 tahun) terhadap terdakwa kasus dugaan suap atau gratifikasi raibnya dana deposito Kasda Pemkot Semarang di Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Pandanaran Semarang senilai Rp 22,7 miliar.

Sebelumnya, Suhantoro telah diganjar hukuman 2 tahun 3 bulan dalam kasus korupsi hibah KONI Kota Semarang. Meski dijatuhi hukuman tidak ringan, Suhantoro tampak biasa saja. Tidak tampak raut wajah sedih, haru, menyesal, maupun meneteskan air mata begitu mendengar putusan majelis hakim tersebut.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Tarowa Daeli SH menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

”Mengadili, menyatakan terdakwa Suhantoro terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak korupsi secara berlanjut. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 2 tahun 6 bulan,” kata Torowa Daeli.

Selain pidana penjara, majelis hakim juga mewajibkan Suhantoro membayar denda sebesar Rp 100 juta. Dengan ketentuan harus dibayar dalam waktu 1 bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak dibayarkan, maka akan diganti pidana penjara selama 2 bulan.

Atas vonis tersebut, tanpa meminta pertimbangan penasihat hukumnya, Suhantoro langsung menyatakan menerima. Hal itu berbeda dengan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Zahri Aeniwati yang menyatakan pikir-pikir. ”Saya menerima, yang mulia,” kata Suhantoro tegas.