Talud Jembatan Pringgodani Timpa Rumah Warga

Baru Sebulan Diresmikan

769

“Talud Jembatan Pringgodani dibuat asal-asalan. Padahal, kami sudah berulang kali menegur pelaksana proyek, agar talud dibuat yang kokoh dengan diberi pondasi. Bukan hanya menindih talud lama. Akibatnya belum ada satu bulan, talud sudah roboh menimpa rumah kami,” ungkap Fauzan.

Fauzan juga mengatakan bahwa dirinya akan menuntut ganti rugi kepada Pemkab Pekalongan yang selama ini hanya menjanjikan ganti rugi. Padahal dirinya merasa dirugikan, karena pembangunan Jembatan Pringgodani telah menghalangi akses jalan masuk ke rumahnya.

Bahkan, sejak adanya pembangunan Jembatan Pringgodani, belum ada pembicaraan apapun terkait ganti rugi atas rumahnya, baik dari Pemkab Pekalongan maupun dari PT Duta Mas Indah selaku rekanan pembuat Jembatan Pringgodani.

“Dalam waktu dua atau tiga hari, saya akan menemui Bupati Pekalongan dan PT Duta Mas Indah selaku rekanan, untuk menuntut ganti rugi,” kata Fauzan.

Sementara itu, Humas PT Duta Mas Indah, Tedy Rahman, menandaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan ganti rugi terkait robohnya talud yang menimpa rumah warga. Meski rumah tersebut tidak bisa lagi ditempati, karena hampir separuh rumah rusak. PT Duta Mas Indah berdalih akan berkonsentrasi membangun kembali talud Jembatan Pringgodani, agar jembatan di sisi utara bisa dilalui kendaraan.

“PT Duta Mas Indah akan fokus menyelamatkan jalan jembatan dulu, baru persoalan ganti rugi rumah warga yang rusak kami bicarakan,” elak Tedy Rahman saat ditemui di lokasi Jembatan Pringgodani. (thd/ida)