Terbiasa Mandiri

605
AM Jumai (DOK PRIBADI)
AM Jumai (DOK PRIBADI)
AM Jumai (DOK PRIBADI)
AM Jumai (DOK PRIBADI)

DI sela-sela memimpin Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, Amrudin Mahfudz Jumai ternyata juga terkenal sebagai seorang pengusaha. Rumah kos-kosan serta usaha laundry menjadi beberapa usaha yang dijalaninya. Tidak hanya itu saja, ia juga aktif mengajak anak-anak muda menjadi pengusaha.

”Anak muda itu harus punya usaha. Sehingga dapat digunakan untuk berdakwah. Seperti yang dicontohkan baginda Rasul Muhammad SAW dengan cara berdagang atau wiraswasta,” ungkap pemuda kelahiran Semarang, 25 November 1978 silam itu.

Jumai –sapaan akrabnya- mengaku pendidikan di pondok pesantren Daarul Abror di yang selama 4 tahun di tempuhnya telah membentuk jiwa kemandiriannya. Terbukti, semenjak SMA sampai menempuh pendidikan Pascasarjana, ia dapat membiayai sendiri pendidikannya. ”Sambil belajar, juga berjualan pakaian, beras di Mijen Kota Semarang,” imbuh pria yang kini tinggal di Wonodri Krajan II/460 Semarang itu.

Dalam menjalankan segala usahanya, suami dari Marsia Rambing ini selalu berpegang teguh pada ungkapan Tri Murti berani hidup tidak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja. Menurutnya, dalam hidup tidak boleh main-main dan tidak boleh menyia-nyiakan waktu muda dan waktu senggang. ”Generasi muda harus selalu memperkuat keimanan, kuat ilmunya, kuat ekonominya, dan kuat jaringannya,” tukasnya. (fai/zal/ce1)