UMKM Baru 2 Persen Manfaatkan Internet

584

SEMARANG – Meski banyak orang telah mengenal teknologi internet, namun fakta menyebut bahwa para pengusaha terutama di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ternyata belum sepenuhnya bisa memanfaatkan internet sebagai media bisnis secara efektif.

Tercatat kurang lebih sebanyak 55 juta pelaku UMKM di Indonesia, namun baru 2 persen saja yang memanfaatkan internet atau memiliki web online. Padahal, hal tersebut dinilai sangat diperlukan mengingat saat ini telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas. Sehingga para pengusaha lokal bisa memperkenal produk lokal hasil kreativitasnya untuk skala yang lebih luas.

“Kurang lebih ada 55 juta UMKM di Indonesia, tapi hanya 2 persen saja yang memanfaatkan internet atau memiliki web online,” kata Head of Corporate Communications Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakan Jason, UMKM memiliki peran penting dalam perputaran roda perekonomian di Indonesia. Sebab, sebanyak 20 persen penyerapan tenaga kerja di Indonesia adalah berasal dari sektor UMKM. “Namun demikian, tingkat pengetahuan para pelaku bisnis tentang pentingnya strategi internet marketing masih sangat minim,” ujarnya.

Terkait pemanfaatan teknologi internet, lanjut Jason, hal itu dirasa penting. Mengingat saat ini telah memasuki era MEA. “Kami sangat mendukung untuk mengangkat produk lokal. Misalnya pengusaha bisa dengan memanfaatkan layanan Google Bisnisku. Itu bisa diakses dengan sangat mudah dan gratis,” imbuhnya.

Mengenai geliat bisnis di sektor UMKM, Jason menilai banyak bidang yang menarik untuk diangkat. Hal ini merupakan indikasi bahwa sektor UMKM memiliki peluang besar dalam pertumbuhan ekonomi bisnis di Indonesia. “Kami sangat tertarik melihat geliat bisnis di tingkat lokal,” katanya.

Pihaknya yakin, sektor UMKM, ekonomi bisnis di Indonesia bisa ditingkatkan melalui digital UMKM. “Kami sangat mendukung sebagaimana tujuan pemerintah Indonesia untuk menjadi negara berpenghasilan menengah pada tahun 2025 mendatang,” tuturnya. (amu/smu)