Dari Musik, Suka Menari

765
(Dokumen pribadi)
(Dokumen pribadi)
(Dokumen pribadi)
(Dokumen pribadi)

DARI namanya, Kwan Debby Aprilia adalah gadis keturunan Tionghoa. Namun dara kelahiran Semarang, 23 April 1999 ini, menyukai tarian tradisional.

”Setiap mendengarkan musik tari rasanya ingin bergerak menari,” kata putri pasangan Kwan Tek Hong dan Lian ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (9/2).

Diakui, awalnya Debby nggak suka menari. Namun berawal dari mendengarkan musik tari, akhirnya dia terpikat dengan kesenian tradisional ini. ”Saya terus berlatih menari agar bisa menjadi penari yang luwes tentunya,” ujar siswi kelas XI-IPA SMA YSKI Semarang ini.

Bagi Debby, sekarang menari bukan sekadar hobi dan passion, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Menurutnya, menari bukan hanya memberikan efek kesenangan bagi yang melakukannya, tapi setidaknya dia ikut nguri-uri budaya nenek moyang tersebut. ”Tarian tradisional kalau tidak dilestarikan bisa punah,” ucap gadis yang hobi fotografi dan renang ini.

Bagi pemilik moto ’belajar untuk investasi masa depan’ ini, menari adalah gerakan yang menyinkronkan antara kepala, otot, dan perasaan. Khusus tari Jawa, diakuinya, memiliki gerakan paling susah. ”Sebab, setiap gerakan mempunyai makna, dan setiap gerakan harus jelas dan luwes,” ujarnya. (jks/aro/ce1)