Dewan Harus Punya Social Media

Gubernur Dukung Parlemen Modern

514
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – DPRD Jawa Tengah selalu menerima kritikan, saran dan masukan dari masyarakat. Sikap seperti ini sangat diperlukan untuk mendukung parlemen modern yang mengedepankan transparansi dan siap mengabdi untuk masyarakat.

Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi mengaku selalu menerima kritikan secara legawa. Apalagi itu dilakukan sebagai kontrol dan demi kemajuan Jawa Tengah. Sebagai wakil rakyat sudah semestinya membuka ruang selebar-lebarnya untuk publik. ”Silakan mengkritik, jika kinerja kami tidak benar. Ini justru bisa menjadi kontrol,” katanya, kemarin.

Selama ini ia tidak menampik jika citra dewan di tengah masyarakat banyak yang menilai negatif. Bahkan, terkadang dewan dinilai sebagai instansi yang minim bekerja. Ia mencontohkan, masyarakat menilai kinerja dewan hanya berdasarkan berapa Peraturan Daerah (Perda) yang diselesaikan.

Padahal untuk menghasilkan Perda membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah. Harus melalui studi banding, hearing, menyerap aspirasi, reses, serta memahami problematika sosial di tengah masyarakat. Sehingga Perda yang dihasilkan benar-benar bisa menyelesaikan persoalan, bukan justru menjadi problem di kemudian hari. ”Penilaiannya tidak hanya sebatas itu, karena kami juga memiliki tugas dan fungsi. Dewan terus berkomitmen untuk bisa menjadi wakil rakyat dan bertujuan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Untuk menghasilkan Perda harus melalui berbagai kajian yang mendalam. Bahkan dalam prosesnya kerap terjadi saling berdebat, saling adu argumen, serta menguatkan argumennya. Toh semua nanti bermuara demi dan untuk kepentingan masyarakat. Dan tidak semua orang mengetahui proses tersebut secara lengkap. ”Ini harus diketahui, agar nantinya DPRD Jateng bisa menjadi parlemen rujukan sebagai kajian penelitian ilmiah, serta pembelajaran bagi mahasiswa dan pelajar. Jadi mereka harus tahu semua prosesnya dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung penuh kegiatan parlemen modern yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Gubernuran, Jalan Pahlawan Semarang, hari ini. Nantinya tinggal dimatangkan bagaimana konsep modern yang bakal diusung. ”Ini penting, karena juga bisa menjadi sarana untuk berkomunikasi antara wakil rakyat dengan konstituen. Dengan cepat dan mudah,” katanya.

Di era teknologi sekarang, komunikasi bisa dilakukan dengan mudah meski tidak bertatap muka. Ganjar pun meminta agar setiap anggota dewan memiliki email address dan akun media sosial yang bisa diakses publik. Sehingga komunikasi bisa dilakukan dengan cepat dan aspirasi lebih mudah diserap. ”Komunikasi yang terjalin harus menggunakan perasaan rakyat. Jika ini bisa berjalan jadinya akan keren,” tambahnya.

Untuk mewujdukan parlemen modern, DPRD Jawa Tengah menggelar seminar di Gedung Gradhika Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah Kamis 11 Februari hari ini. Seminar bakal merumuskan konsep bagaimana menjadi parlemen modern yang mengedepankan keterbukaan publik secara luas. Jateng dipilih sebagai penyelenggara karena DPRD sudah mulai menerapkan konsep menuju ke arah parlemen modern. (fth/adv/ric/ce1)