Dewan Penitip Bansos Disebut

Sidang Dugaan Korupsi Bansos 2011

839
FAKTA BARU: Agus Kroto saat sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FAKTA BARU: Agus Kroto saat sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FAKTA BARU: Agus Kroto saat sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FAKTA BARU: Agus Kroto saat sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Sejumlah anggota DPRD mendominasi dalam pengajuan dana bantuan sosial (bansos) melalui Biro Keuangan Provinsi Jateng. Hal itu terungkap saat sidang kasus dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial Pemprov Jateng 2011 dengan terdakwa Agoes Soeranto (AS) alias Agus Kroto, mantan Kepala Biro (Kabiro) Keuangan Setda Provinsi Jateng di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/2). Dalam sidang kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng menunjukkan bukti nota dinas dan lampirannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Ari Widodo SH, MH.

Dalam nota dinas tersebut, terdapat 129 proposal pengajuan bansos dengan total permohonan sebesar Rp 1,1 miliar. Dari total 129 proposal, sebagian besar merupakan titipan dari anggota DPRD Jateng periode 2009-2014 dengan nominal bantuan antara Rp 5 juta sampai Rp 50 juta. Sejumlah nama yang tertera antara lain, Bambang Sadono (Golkar), Ali Suyono (Demokrat), AS Sukawijaya (Demokrat), Masruhan Syamsurie (PPP), Alfasadun (PPP), Tety Indarti (Demokrat), dan sebagainya.