Gencarkan Promosi Wisata Melalui Cyber Tourism

616
KAYA POTENSI: Kabag PDE Kota Semarang, Nana Storada (berdiri) menjelaskan tentang berbagai produk wisata di Kota Semarang. Melalui Cyber Tourism diharapkan pengelolaannya dapat lebih dikembangkan. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAYA POTENSI: Kabag PDE Kota Semarang, Nana Storada (berdiri) menjelaskan tentang berbagai produk wisata di Kota Semarang. Melalui Cyber Tourism diharapkan pengelolaannya dapat lebih dikembangkan. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAYA POTENSI: Kabag PDE Kota Semarang, Nana Storada (berdiri) menjelaskan tentang berbagai produk wisata di Kota Semarang. Melalui Cyber Tourism diharapkan pengelolaannya dapat lebih dikembangkan. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAYA POTENSI: Kabag PDE Kota Semarang, Nana Storada (berdiri) menjelaskan tentang berbagai produk wisata di Kota Semarang. Melalui Cyber Tourism diharapkan pengelolaannya dapat lebih dikembangkan. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kota Semarang menjadi salah satu kota metropolitan yang terus berkembang dalam berbagai aspek pembangunan. Salah satunya adalah bidang perdagangan dan jasa yang berdampak pada kebutuhan berbagai objek wisata. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Semarang mulai menggagas penggunaan cyber tourism untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

Hal itu diungkapkan Kabag Pengolahan Data Elektronik (PDE) Nana Storada dalam diskusi bertajuk Bina Pelaku Usaha Pariwisata Kota Semarang Tahun 2016 yang digelar di Gedung Balai Kota Semarang, Rabu (10/2). Hadir dalam kesempatan itu, sejumlah stakeholder terkait meliputi perhotelan, restoran, tempat hiburan dan rekreasi, pusat oleh-oleh, pemandu wisata, dan lain sebagainya.

Nana mengatakan, banyaknya industri pariwisata di Kota Semarang belum diikuti penggunaan teknologi, informasi, dan komunikasi secara integratif dalam skala kota. Sebab, selama ini promosi masih dilakukan secara sendiri-sendiri. Karenanya, pemkot perlu memfasilitasi berbagai aplikasi cyber tourism yang dapat digunakan oleh objek dan pendukung wisata tanpa biaya. ”Selain untuk mendorong geliat wisata agar lebih tinggi, tentunya berdampak pada PAD (pendapatan asli daerah) Kota Semarang,” imbuhnya. Dengan adanya aplikasi ini, lanjut dia, diharapkan para pengelola industri pariwisata bersedia membantu memberikan data yang update untuk dimasukkan dalam website.