Penggunaan EBT Masih Minim

462

SEMARANG – Jumlah pengguna listrik di Jawa Tengah meningkat. Berdasarkan data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, pada 2015 tercapai rasio elektrifikasi (RE) sebesar 91,1 persen. Jumlah itu meningkat 2,73 persen dari persentase tahun lalu.

Artinya sebanyak 8.269.789 Kepala Keluarga (KK) sudah menikmati listrik dari jumlah total sebesar 9.066.992 KK. ”Ini sebetulnya sudah melampaui target di tahun 2015 karena target tahun 2016 di dokumen renstra kita sebesar 90,1 persen,” kata Kepala Dinas ESDM Jateng, Teguh Dwi Paryono, Rabu (10).

Dikatakan Teguh, pada 2017 target elektrifikasi di atas 91,7 persen. Meskipun RE di Jawa Tengah tergolong baik, namun bauran energi di provinsi ini belum maksimal. Pasalnya, hasil evaluasi bauran energi pada 2015 menunjukkan energi baru dan terbarukan (EBT) hanya mencapai 7,8 persen dari target sebesar 9,38 persen. ”EBT tersebut meliputi biodiesel 1,93 persen, bioethanol 0,61 persen, biogas 1,75 persen, PLTA 3,12 persen, dan PLTP 0,39 persen,” katanya.

Sementara itu, Sekda Jateng Sri Puryono menyayangkan pemakaian energi fosil yang masih cukup dominan di tengah masyarakat. Dikatakannya, pemakaian energi minyak bumi sebesar 50,45 persen, batubara 29,14 persen, dan gas bumi 12,60 persen. ”Secara bertahap pemakaian minyak bumi dan batu bara akan dikurangi dan mendorong pemanfaatan EBT untuk kita tingkatkan terus,” katanya.

Sehingga di 2018 target bauran energi khususnya EBT bisa mencapai 10,36 persen. Ia optimistis pemakaian EBT dapat meningkat karena dipacu adanya mandatori biodiesel hingga 20 persen (B20).

”Yaitu kebijakan kewajiban minimal pemanfaatan biodiesel dan bioethanol sebesar 20 persen sebagai campuran bahan bakar minyak serta adanya rencana penambahan kapasitas pembangkit dari PLTP Dieng,” tuturnya.

Tak hanya EBT, Sekda juga optimis Dinas ESDM Jateng mampu terus meningkatkan RE. Sehingga 797.203 KK yang semula belum menikmati listrik karena domisilinya terpencil, dapat memanfaatkan energi tersebut. ”Sisa KK ini akan kita selesaikan dengan semangat kerja keras hingga mereka dapat menikmati listrik,” katanya. (ewb/ric/ce1)