Perlu Pembenahan Lalulintas Jalan Raya

1021

UNGARAN-Sejumlah jalan di Kabupaten Semarang perlu penambahan rambu-rambu serta perbaikan konstruksi jalan. Pasalnya, tren kecelakaan lalulintas (lakalantas) cenderung meningkat di jalan lokal tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto bahwa blackspot atau titik rawan lakalantas di jalur utama atau nasional sudah berkurang. Berkurangnya angka lakalantas tersebut karena ada upaya pemasangan barrier permanent di sepanjang jalan dan penambahan jumlah rambu-rambu. Termasuk fungsi pengawasan petugas di jalan raya.

“Tahun 2015 lalu lakalantas kecenderungannya terjadi di jalan lokal. Sebab di jalan nasional sudah ada upaya pemasangan barrier dan lainnya,” katanya, Rabu (10/2) kemarin.

Djoko menambahkan, pihaknya juga berupaya melakukan antisipasi lakalantas di jalan lokal dengan penambahan rambu-rambu dan perbaikan konstruksi jalan serta perbaikan marka jalan. Sebab ada beberapa titik marka jalan yang salah seperti di sepanjang Jalan Lemah Abang-Bandungan.

Hanya saja, Djoko menyayangkan minimnya anggaran untuk rambu-rambu yang hanya dijatah Rp 95 juta. Padahal ada sekitar 745 kilometer (km) jalan milik kabupaten. “Kami sudah koordinasi dengan DPU (Dinas Pekerjaan Umum) untuk perbaikan konstruksi jalan. Misalnya perataan jalan, perbaikan elevasi tikungan, meluaskan jarak pandang yang terhalang pohon. Termasuk marka jalan,” imbuh pria yang hobi mancing ikan itu.

Rambu-rambu yang sangat diperlukan di Kabupaten Semarang yakni rambu peringatan seperti belok kiri, kanan, tikungan dan penyeberangan. Termasuk chevron atau tanda tikungan dan cermin cembung yang harus diperbanyak sebab karakter jalan di Kabupaten Semarang banyak tikungan. “Chevron sangat penting, sebab banyak tikungan, sehingga dapat membantu pengendara agar jelas arah tikungannya,” imbuhnya.