Sembelih 4 Ribu Ayam per Jam

1008
HM Supito (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HM Supito (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HM Supito (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HM Supito (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BISNIS kebutuhan pangan nyaris tidak pernah menemukan jalan buntu. Tidak terkecuali ayam pedaging. Seperti yang dilakoni HM Supito. Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jawa Tengah ini harus menyembelih 4 ribu ayam per jam untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Bandung, Bogor, dan Jakarta.

Tempat pemotongan ayam di bilangan Cibubur yang dirintisnya sejak 2010 selalu sibuk. Setiap jam, para karyawan Supito harus mengurus sekitar 8 ton daging ayam yang harus disembelih dan dibersihkan. Selain dari peternak, ayam-ayam yang disembelih itu juga dari hasil panen dua peternakan ayam milik Supito, di Pati dan Subang. ”Masing-masing berkapasitas sekitar 200 ribu ayam,” tutur pria kelahiran Pati, 4 April 1960 ini.

Supito menggunakan sistem peternakan berkonsep closed house. Jadi, kadang ayamnya tertutup, dengan dilengkapi air conditioner (AC). Selain untuk mempercepat masa panen, sistem ini juga tidak menimbulkan bau tak sedap yang dihasilkan dari kotoran ayam.

Mulusnya jalan suami dari Kusriyati ini tidak hanya di ranah bisnis, tapi juga politik. Sebab, Supito tidak pernah bermimpi didapuk menjadi Ketua DPD Hanura Jateng. Bahkan pemilihan secara aklamasinya itu merupakan hasil dari rekomendasi tunggal, langsung dari Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

Boleh dibilang, ini merupakan keajaiban. Pasalnya selama 29 kali pemilihan, belum pernah ada rekomendasi tunggal dari ketua umum. ”Saya pun juga tidak punya latar belakang militer. Hanya punya jalinan silaturahmi yang sangat baik dengan senior-senior TNI,” tegasnya. (amh/ric/ce1)