Sering Didatangi Tamu Asing

Penggerebekan Pabrik Miras Oplosan

369
PEMBINAAN: Sepuluh pelajar SMA/SMK yang terjaring razia membolos saat jam sekolah dibina di halaman Dinas Pendidikan Kota Magelang, Rabu (10/2). (HANIF ADI PRASETYO/Radar Kedu)
PEMBINAAN: Sepuluh pelajar SMA/SMK yang terjaring razia membolos saat jam sekolah dibina di halaman Dinas Pendidikan Kota Magelang, Rabu (10/2). (HANIF ADI PRASETYO/Radar Kedu)
PEMBINAAN: Sepuluh pelajar SMA/SMK yang terjaring razia membolos saat jam sekolah dibina di halaman Dinas Pendidikan Kota Magelang, Rabu (10/2). (HANIF ADI PRASETYO/Radar Kedu)
PEMBINAAN: Sepuluh pelajar SMA/SMK yang terjaring razia membolos saat jam sekolah dibina di halaman Dinas Pendidikan Kota Magelang, Rabu (10/2). (HANIF ADI PRASETYO/Radar Kedu)

MAGELANG- Warga RT 4 RW 9, Tidar Krajan, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang tak menyangka Yuli Winanto, 45, dicokok aparat Polres Magelang Kota Jumat (5/2) sore. Apalagi pria yang rajin bersembahyang di langgar itu ditangkap karena memiliki pabrik miras oplosan beromzet Rp 1,5 miliar per bulan.

Rumah Yuli berada di Gang Jembangan I. Gang penghubung Jalan Beringin II menuju rumah Yuli ini sempit. Mobil tak bisa masuk ke dalam gang.

Saat koran ini datang, Rabu (10/2) tak terlihat aktivitas mencolok di rumah bertembok warna krem. Garis polisi berwarna kuning masih terpasang sebagai tanda rumah tersebut tak boleh dimasuki sembarang orang. Beberapa ekor burung dalam sangkar terlihat digantang di depan rumah. Jemuran pakaian juga terlihat sedikit basah terkena hujan.

Ketua RT 4 RW 9 Tidar Krajan Surono mengaku mendengar penangkapan warganya itu dari para tetangga. Bahkan, awalnya mereka tidak mengetahui kapan polisi menggerebek rumah yang juga dijadikan sebagai pabrik miras oplosan itu.