Terdakwa PT HIT Minta Pembayaran Kekurangan

538
SIDANG PLEDOI: Dua terdakwa PT HIT, Handawati dan Tri Budi usai jalani sidang pembelaan di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDANG PLEDOI: Dua terdakwa PT HIT, Handawati dan Tri Budi usai jalani sidang pembelaan di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDANG PLEDOI: Dua terdakwa PT HIT, Handawati dan Tri Budi usai jalani sidang pembelaan di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDANG PLEDOI: Dua terdakwa PT HIT, Handawati dan Tri Budi usai jalani sidang pembelaan di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang 2014, yakni Handawati Utomo selaku Direktur dan Tri Budi Purwanto selaku Komisaris pada PT Harmoni International Technology (HIT) menganggap permasalahan yang dihadapinya di persidangan adalah permasalahan teknis lapangan yang menurut keduanya sudah di-handle oleh project manager Edy Tri Budianto.

Hal itu disampaikan keduanya dalam sidang beragendakan pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (9/2) sore. ”Berdasarkan laporan Edy Tri Budianto, kontrak proyek kolam Retensi tanggal 1 September 2014 dan berakhir 29 Desember 2014 namun dalam pelaksanaannya banyak kendala yang dihadapi dan semua itu di-handle langsung oleh beliau (Edy Tri),” kata Handawati Utomo dalam pledoi pribadi keduanya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Andi Astara.