425 Sertifikat Reforma Agraria Tak Bisa Dijual

612
SERAHKAN SERTIFIKAT : Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan, menyerahkan sertifikat tanah reforma agraria kepada petani Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Batang, Kamis (11/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAHKAN SERTIFIKAT : Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan, menyerahkan sertifikat tanah reforma agraria kepada petani Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Batang, Kamis (11/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAHKAN SERTIFIKAT : Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan, menyerahkan sertifikat tanah reforma agraria kepada petani Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Batang, Kamis (11/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAHKAN SERTIFIKAT : Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan, menyerahkan sertifikat tanah reforma agraria kepada petani Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Batang, Kamis (11/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Sebanyak 425 petani di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, menerima sertifikat tanah Reforma Agraria dari Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan. Penyerahan dilakukan di Lapangan Desa Tumbrep, dengan iringan hujan deras, Kamis (11/2) kemarin.

Penyerahan 425 sertifikat Reforma Agraria atas tanah seluas 89,84 hektare yang terletak di Desa Tumbrep tersebut, kini menjadi milik 425 kepala keluarga (KK), setelah 17 tahun lamanya menjadi tanah sengketa antara Paguyuban Petani Tratak Batang dengan PT Perkebunan Tratak atas Tanah Hak Guna Usaha (HGU).

Usai penyerahan sertifikat tanah Reforma Agraria, Ferry Mursyidan menegaskan bahwa sertifikat tanah Reforma Agraria, tidak boleh dijual dan tidak boleh dijaminkan pada bank. Karena tanah tersebut diperuntukkan petani miskin untuk peningkatan taraf hidupnya.