Air Meninggi, Dini Hari Mengungsi

596
RAWAN SAKIT: Sejumlah anak bermain-main saat banjir di Kampung Nampan Madegondo Sukoharjo. (Arief Budiman/Radar Solo)
RAWAN SAKIT: Sejumlah anak bermain-main saat banjir di Kampung Nampan Madegondo Sukoharjo. (Arief Budiman/Radar Solo)
RAWAN SAKIT: Sejumlah anak bermain-main saat banjir di Kampung Nampan Madegondo Sukoharjo. (Arief Budiman/Radar Solo)
RAWAN SAKIT: Sejumlah anak bermain-main saat banjir di Kampung Nampan Madegondo Sukoharjo. (Arief Budiman/Radar Solo)

SOLO–Beberapa hari terakhir, terjadi “tren” hujan siang hingga malam dan hampir merata di wilayah Eks Karesidenan Surakarta. Bengawan Solo pun meluap. Warga yang tinggal di daerah langganan banjir tak bisa tidur nyenyak.

Di Solo, sejumlah kampung di Kelurahan Sewu dan Kelurahan Sangkrah terendam air setinggi pinggang orang dewasa pada Kamis (11/2) dini hari. Tak ingin barang berharganya rusak, warga menerabas genangan air menuju tanggul Bengawan Solo.

“Ya, kita evakuasi dulu (barang berharga, Red). Air masuk permukiman mulai pukul 23.00 (Rabu 10/2, Red) dan terus meninggi,” ujar Rahyuni, 48, warga Kelurahan Sangkrah.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pada pukul 00.30, air semakin tinggi. Petugas BPBD Surakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) Surakarta, Komunitas Relawan Independen (KRI), relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan relawan lainnya sigap membantu warga mengevakuasi barang berharga. Sekaligus mendirikan posko darurat di atas tanggul.