Atap Gereja Bethel Samirono Runtuh

990
DERITA KERUSAKAN : Peralatan musik gereja seperti piano, drum, gitar listrik, organ maupun sound system hancur setelah tertimpa besi baja dan genting yang runtuh, pada Rabu (10/2) kemarin, sekitar pukul 01.00 dinihari. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DERITA KERUSAKAN : Peralatan musik gereja seperti piano, drum, gitar listrik, organ maupun sound system hancur setelah tertimpa besi baja dan genting yang runtuh, pada Rabu (10/2) kemarin, sekitar pukul 01.00 dinihari. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DERITA KERUSAKAN : Peralatan musik gereja seperti piano, drum, gitar listrik, organ maupun sound system hancur setelah tertimpa besi baja dan genting yang runtuh, pada Rabu (10/2) kemarin, sekitar pukul 01.00 dinihari. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DERITA KERUSAKAN : Peralatan musik gereja seperti piano, drum, gitar listrik, organ maupun sound system hancur setelah tertimpa besi baja dan genting yang runtuh, pada Rabu (10/2) kemarin, sekitar pukul 01.00 dinihari. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GETASAN–Atap gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang runtuh pada Rabu (10/2) kemarin, sekitar pukul 01.00 dinihari. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang diderita gereja mencapai Rp 800 juta.

Berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, robohnya atap gereja cukup mengagetkan warga sekitar maupun jemaat gereja. Pasalnya, saat atap gereja ambrol, menimbulkan suara gemuruh yang keras menyerupai tanah longsor. Kejadiannya berlangsung saat malam sudah larut sehingga terdengar sangat jelas oleh warga.

Karena penasaran, warga sekitar langsung mencari suara gemuruh itu, ternyata seluruh atap bangunan gereja ukuran 12 meter x 28 meter roboh dan puing-puingnya berserakan memenuhi dalam gedung gereja.