Atap Gereja Bethel Samirono Runtuh

1003

Pendeta GBI Samirono, Pdt Timotius Turmudi, 58, mengatakan bahwa pihaknya masih bersyukur karena tidak ada warga jemaat gereja yang berada di dalam gedung, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, peralatan musik gereja rusak parah seperti piano, drum, gitar listrik, organ maupun sound system hancur tertimpa besi dan genting.

“Bulan Oktober 2015 lalu, gedung GBI ini baru saja selesai dibangun dengan memakan anggaran mencapai Rp 1,6 miliar. Kami sendiri kaget setelah tahu atap gereja ambrol total. Saat ini, penyebabnya masih kami cari. Diduga rangka baja ringan tidak kuat menahan beban genting dari tanah,” jelas Pdt Timotius Turmudi kepada wartawanhttp://harian7.com/.

Dengan robohnya atap gereja, pihaknya menerima kejadian ini dan tidak akan menuntut siapapun. Pihaknya dini hari itu juga langsung menghubungi produsen baja ringan dan sudah siap memperbaiki lokasi atap yang ambrol.

“Ini jelas musibah dan kami semua warga jemaat GBI siap membangun kembali dengan apa yang dimiliki, maupun dengan daya yang kami miliki. Kami juga berterima kasih kepada warga sekitar gereja yang telah membantu bekerja bakti membersihkan puing-puing atap,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Getasan AKP Maryoto menyatakan, pihaknya kini masih melakukan penyelidikan terkait ambrolnya atap gereja. Dengan dibantu warga sekitar gereja, jemaat GBI dengan dibantu seluruh anggota Polsek Getasan turun lapangan membersihkan puing-puing reruntuhan atap gereja. (sas/ida)