Bacakan Pledoi, Rosyid Menangis

759
PEMBELAAN: Terdakwa Rosyid Hudoyo dan Nugroho Joko Purwanto saat hendak menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (kanan) Rosyid Hudoyo masih menangis usai sidang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMBELAAN: Terdakwa Rosyid Hudoyo dan Nugroho Joko Purwanto saat hendak menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (kanan) Rosyid Hudoyo masih menangis usai sidang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMBELAAN: Terdakwa Rosyid Hudoyo dan Nugroho Joko Purwanto saat hendak menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (kanan) Rosyid Hudoyo masih menangis usai sidang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMBELAAN: Terdakwa Rosyid Hudoyo dan Nugroho Joko Purwanto saat hendak menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (kanan) Rosyid Hudoyo masih menangis usai sidang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Satu dari empat terdakwa kasus dugaan korupsi kolam retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang 2014, Ir Rosyid Hudoyo MT terus bercucuran air mata saat membacakan pembelaan pribadi (pledoi) di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (11/2) sore.

Mantan Sekretaris Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) Kota Semarang ini membaca pledoinya sebanyak 4 lembar dengan suara terbata-bata. Sontak, suasana ruang sidang pun menjadi hening. Hanya terdengar suara Rosyid yang membaca pledoi sambil menangis sesenggukan.

Dalam pledoi pribadinya, Rosyid menyatakan bahwa dirinya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPKom) dalam proyek tersebut sudah melaksanakan tugas dan kewajiban sebagaimana perintah sesuai peraturan. ”Saya melaksanakan tugas dan kewajiban ini bukan karena pesanan atau perintah orang lain. Saya juga tidak pernah menerima apa pun dari siapa pun sebagai PPK,” kata Rosyid terbata-bata di hadapan majelis hakim yang dipimpin Gatot Susanto, SH MH.