Belasan Anak Punk dan Pengamen Dijaring

1371
MERESAHKAN MASYARAKAT : Anak-anak punk dan pengamen topeng monyet terjaring operasi Bina Kusuma Candi yang digelar Polres Semarang, Kamis siang (11/2) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERESAHKAN MASYARAKAT : Anak-anak punk dan pengamen topeng monyet terjaring operasi Bina Kusuma Candi yang digelar Polres Semarang, Kamis siang (11/2) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERESAHKAN MASYARAKAT : Anak-anak punk dan pengamen topeng monyet terjaring operasi Bina Kusuma Candi yang digelar Polres Semarang, Kamis siang (11/2) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERESAHKAN MASYARAKAT : Anak-anak punk dan pengamen topeng monyet terjaring operasi Bina Kusuma Candi yang digelar Polres Semarang, Kamis siang (11/2) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Sekitar 15 orang pengamen dan anak jalanan terjaring Operasi Bina Kusuma Candi yang dilaksanakan Satuan Binmas Polres Semarang, Kamis siang (11/2) kemarin. Mereka terjaring operasi di jalanan Kota Ungaran, Kabupaten Semarang. Kebanyakan mereka yang terjaring operasi adalah anak berusia remaja laki-laki dan perempuan yang menamakan dirinya anak-anak punk.

Operasi Bina Kusuma Candi diawali dengan menyisir di beberapa traffic light Kota Ungaran seperti kawasan As Salamah, perempatan KPU, pertigaan DPRD, dan sekitaran exit tol Ungaran. Begitu melihat ada anggota polisi yang datang, sejumlah anak-anak punk kabur. Namun beberapa orang berhasil diamankan. Ada 11 anak jalanan dan 4 pengamen yang berhasil diamankan. Selain itu, masih banyak lagi yang sempat diamankan di tempat dan dibina langsung di lokasi.

“Dari lima belas yang kami amankan, ada empat orang yang dikenai tipiring. Mereka kami sidangkan karena sering kali kena operasi,” tutur Kasat Bimas Polres Semarang, AKP Sri Wahyuni di sela-sela pembinaan anak jalanan.