Berlatih Membaca Sesuai Kemampuan

409
MINAT BACA : Para pembicara dalam lokakarya Buku Bacaan Berjenjang di Aula Dikdipora Wonosobo, Rabu (10/2). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
MINAT BACA : Para pembicara dalam lokakarya Buku Bacaan Berjenjang di Aula Dikdipora Wonosobo, Rabu (10/2). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
MINAT BACA : Para pembicara dalam lokakarya Buku Bacaan Berjenjang di Aula Dikdipora Wonosobo, Rabu (10/2). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
MINAT BACA : Para pembicara dalam lokakarya Buku Bacaan Berjenjang di Aula Dikdipora Wonosobo, Rabu (10/2). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Hasil survei Programme for International Student Assesment (PISA) menyebut kemampuan membaca para pelajar di Indonesia hanya menduduki peringkat ke-69 dari 79 negara. Hasil tersebut bahkan lebih rendah dari Vietnam, yang berada di peringkat 12.

Menurut Saiful Huda Shodiq, spesialis pelatihan dari USAID Prioritas Jawa Tengah, kondisi memprihatinkan tersebut tak lepas dari kebiasaan orang Indonesia yang lebih senang menonton televisi daripada membaca buku. “Di negara dengan minat baca tinggi, rata-rata orang menonton TV setiap harinya hanya 60 menit, sedangkan di Indonesia rata-rata mencapai 300 menit,” beber Saiful di acara lokakarya Buku Bacaan Berjenjang, Rabu (10/2).

Selain faktor kebiasaan menonton TV, kurangnya minat baca di kalangan pelajar tak lepas dari masih belum adanya buku dengan konsep sesuai kebutuhan siswa. “Solusinya adalah dengan menerbitkan buku bacaan berjenjang, yang dikonsep sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa,” terang Saiful.