Penjualan Bahan Berbahaya Diperketat

439
TERSANGKA PENJUAL: Para penjual miras oplosan yang berhasil diamankan petugas. Mereka merupakan penjual miras oplosan di Ambarrukmo dan Seyegan, Sleman. (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)
TERSANGKA PENJUAL: Para penjual miras oplosan yang berhasil diamankan petugas. Mereka merupakan penjual miras oplosan di Ambarrukmo dan Seyegan, Sleman. (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)
TERSANGKA PENJUAL: Para penjual miras oplosan yang berhasil diamankan petugas. Mereka merupakan penjual miras oplosan di Ambarrukmo dan Seyegan, Sleman. (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)
TERSANGKA PENJUAL: Para penjual miras oplosan yang berhasil diamankan petugas. Mereka merupakan penjual miras oplosan di Ambarrukmo dan Seyegan, Sleman. (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

SLEMAN – Penjualan bahan berbahaya yang menjadi bahan baku miras oplosan akan lebih diperketat. Itu menyusul kasus tewasnya 26 orang akibat miras oplosan belum lama ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto.

Dia meminta kepada jajaran kepolisian untuk lebih memperketat dan mengawasi peredaran bahan-bahan baku minuman keras. Hal itu mengingat beberapa waktu belakangan terbukti miras oplosan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.

”Kita minta mekanisme mendapatkan bahan baku diperketat. Tidak hanya pemeriksaan penjual saja, tapi juga yang menjual bahan baku,” katanya kepada wartawan di Mapolres Sleman, Kamis (11/2).

Hal itu dilakukan, karena, selama ini bahan baku miras masih dijual bebas. ”Seyogyanya meninggalkan identitas ke penjual. Atau memberikan laporan ke petugas aparat untuk laporan,” katanya.