Santriwati Aborsi di Ponpes

Tenggak Obat yang Dibeli lewat Online

560

aborsi

SEMARANG – Ini menjadi peringatan bagi orang tua yang memiliki anak gadis. Mengirimkan anak di lembaga keagamaan rupanya bukan jaminan jauh dari perilaku pergaulan bebas. Ini seperti yang dialami seorang santriwati salah satu pondok pesantren (ponpes) di Ketileng, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang. Diduga hamil di luar nikah, santriwati berinisial NLM, 20, Pusakajati RT 6 RW2, Kabupaten Subang, Jawa Barat nekat menggugurkan kandungannya dengan menenggak pil yang dibeli lewat media online.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, praktik aborsi itu diungkap oleh aparat Polsek Tembalang. Upaya menggugurkan kandungan tersebut dilakukan NLM di lokasi ponpes pada Rabu (10/2) sekitar pukul 22.00 malam lalu.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan, kalau ada salah satu pasien di RSUD Kota Semarang (RSUD Ketileng, Red) yang dirawat lantaran mengalami pendarahan hebat usai melakukan aborsi ilegal. ”Aborsi dengan minum obat yang dibeli secara online,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebut namanya, Kamis (11/2) kemarin.