Banjir Mengancam, PSDA Jateng Cuek

Protes Keras Pemkab Kudus dan PSDA Jateng

692
CEGAH LUAPAN: Petugas dan warga meninggikan tanggul Sungai Wulan dengan karung di wilayah Desa Mijen, Kecamatan Mijen. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
CEGAH LUAPAN: Petugas dan warga meninggikan tanggul Sungai Wulan dengan karung di wilayah Desa Mijen, Kecamatan Mijen. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Elevasi air Bendung Wilalung cukup mengkhawatirkan. Yakni, mencapai 890 meterkubik perdetik. Hujan yang terus menerus turun membuat warga disepanjang Sungai Lusi, Serang dan Sungai Wulan di wilayah Demak was-was.

Sebab, pintu air bendung Wilalung yang mengarah ke Juwana Pati dan Kudus hingga kini belum dibuka oleh pihak Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) yang menangani bendung tersebut. Akibatnya, air yang menumpuk di bendung Wilalung hanya dialirkan melalui pintu bendung yang mengarah ke Sungai Wulan. Itu artinya, air hanya dibuang ke wilayah Demak. Padahal, banyak tanggul Sungai Wulan yang keadaannya kritis.

Tidak hanya itu. Akibat kekhawatiran warga di sepanjang sungai tersebut, kemarin malam sempat terjadi ketegangan hingga nyaris ‘perang’ antara warga dan pejabat dari wilayah Demak dengan warga dari wilayah Desa Babalan, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sebab, pihak warga Undaan, Kudus bersikeras menolak air bendung Wilalung dialirkan ke arah Kudus dan Juwana Pati.