Banyak Nonton TV, Minat Baca Rendah

581
BAGIKAN BUKU : Lokakarya buku bacaan berjenjang dilaksanakan USAID Prioritas bekerjasama dengan Bappeda dan Dindikpora Kabupaten Batang, di Aula Bappeda Kabupaten Batang, Jumat (12/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAGIKAN BUKU : Lokakarya buku bacaan berjenjang dilaksanakan USAID Prioritas bekerjasama dengan Bappeda dan Dindikpora Kabupaten Batang, di Aula Bappeda Kabupaten Batang, Jumat (12/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAGIKAN BUKU : Lokakarya buku bacaan berjenjang dilaksanakan USAID Prioritas bekerjasama dengan Bappeda dan Dindikpora Kabupaten Batang, di Aula Bappeda Kabupaten Batang, Jumat (12/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAGIKAN BUKU : Lokakarya buku bacaan berjenjang dilaksanakan USAID Prioritas bekerjasama dengan Bappeda dan Dindikpora Kabupaten Batang, di Aula Bappeda Kabupaten Batang, Jumat (12/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Kemampuan membaca siswa di Indonesia, menduduki urutan ke-69 dari 76 negara yang disurvei USAID Prioritas pada tahun 2015. Hasil tersebut lebih rendah, jika dibandingkan dengan Negara Vietnam yang menduduki urutan ke-12.

Rendahnya minat baca siswa di Kabupaten Batang, terungkap dalam lokakarya buku bacaan berjenjang yang dilaksanakan USAID Prioritas bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Batang bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Batang, di Aula Bappeda Kabupaten Batang, Jumat (12/2) kemarin.

Koordinator Usaid Prioritas, Provinsi Jateng, Nurkolis, mengungkapkan bahwa rendahnya minat baca di Indonesia disebabkan rata-rata orang Indonesia menonton Televisi perhari selama 300 menit. Padahal negara-negara yang memiliki kemampuan membaca tinggi, hanya menonton televisi 60 menit.

“Banyak anak-anak kita yang pandai dan lancar membaca, namun lemah dalam pemahaman. Ini karena lebih suka melihat televisi dibandingkan membaca dengan baik,” ungkap Nurkholis.